Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Jurnalisme Musibah, Jurnalisme Empati

Kompas.com - 13/01/2021, 13:17 WIB
Prajurit TNI AL memindahkan kantong berisi temuan puing ke KRI Tenggiri-865 saat pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Pada hari keempat pencarian tim SAR menambah satu kapal untuk memperkuat operasi pencarian korban, puing, dan kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 menjadi 54 kapal. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPrajurit TNI AL memindahkan kantong berisi temuan puing ke KRI Tenggiri-865 saat pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Pada hari keempat pencarian tim SAR menambah satu kapal untuk memperkuat operasi pencarian korban, puing, dan kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 menjadi 54 kapal.

Oleh: Moehammad Gafar Yoedtadi

KECELAKAAN pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Teluk Jakarta membuka lembaran tahun 2021 dengan keprihatinan.

Peristiwa itu seolah menambah kesedihan masyarakat akibat bencana wabah Covid-19 yang belum kunjung teratasi.

Terlepas dari itu, musibah kecelakaan pesawat yang menelan banyak korban tewas adalah berita besar. Tak salah jika media berlomba-lomba memberitakannya.

Nilai berita (news value) peristiwa musibah memang tinggi dan menjadi prioritas peliputan di setiap media. Namun, bagaimanakah cara media memberitakan musibah itu?

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) melontarkan sejumlah kritik terhadap pemberitaan musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Beberapa contoh tindakan jurnalis yang dinilai AJI tidak sesuai Kode Etik Jurnalistik, antara lain jurnalis yang mencecar dengan pertanyaan, "Bagaimana perasaan Anda?" atau "Apa Anda punya firasat sebelumnya?" kepada seseorang yang keluarganya menjadi korban kecelakaan.

AJI juga mengkritik media yang mengangkat topik soal gaji pilot pesawat nahas itu. Menurut AJI mengangkat topik gaji pilot atau awak penerbangan dan semacamnya boleh jadi bersifat informatif, tapi kurang tepat diberitakan pada saat sekarang. Kecuali, ada indikasi kuat dalam proses penyelidikan bahwa itu menjadi faktor signifikan penyebab kecelakaan.

Contoh berita lain yang dikritik AJI adalah media yang menulis soal ramalan kejatuhan pesawat itu yang sumbernya dari peramal.

Contoh di atas mengesankan jurnalis dan media kurang menghormati pengalaman traumatik keluarga korban dan juga publik.

Kompetisi media

Masih teringat dalam benak penulis pemberitaan media ketika pesawat Air Asia QZ 8501 hilang di sekitar Laut Jawa saat terbang dari Surabaya menuju Singapura 28 Desember 2014. Terdapat jeda dua hari sebelum dipastikan pesawat yang hilang kontak itu jatuh ke laut.

Selisih dua hari adalah masa kritis bagi keluarga korban karena mereka masih berharap sanak saudaranya akan ditemukan dalam kondisi selamat.

Sebaliknya jeda dua hari penuh ketidakpastian adalah saat emas bagi media untuk menunjukkan kinerja terbaik peliputannya. Media yang berhasil pertama kali menjawab teka-teki itu adalah pemenangnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai soal Bungkus Lemonilo Disobek Diduga Mencari Photocard NCT Dream

Ramai soal Bungkus Lemonilo Disobek Diduga Mencari Photocard NCT Dream

Tren
Tips Merawat Gebyok Kayu Jati, dari Coating sampai Jangan Kena Panas

Tips Merawat Gebyok Kayu Jati, dari Coating sampai Jangan Kena Panas

Tren
Khaby Lame, Viral di TikTok, Meraup Rp 71,7 Miliar Tanpa Sepatah Kata

Khaby Lame, Viral di TikTok, Meraup Rp 71,7 Miliar Tanpa Sepatah Kata

Tren
Sederet Produk Pindad yang Mendunia: Ada Sniper hingga Kendaraan Khusus

Sederet Produk Pindad yang Mendunia: Ada Sniper hingga Kendaraan Khusus

Tren
8 Manfaat Kelapa untuk Kesehatan, Mengurangi Lemak Perut, Cegah Penyakit Jantung hingga Diabetes

8 Manfaat Kelapa untuk Kesehatan, Mengurangi Lemak Perut, Cegah Penyakit Jantung hingga Diabetes

Tren
Vernix Caseosa pada Bayi Baru Lahir, Apa Penyebab dan Manfaatnya?

Vernix Caseosa pada Bayi Baru Lahir, Apa Penyebab dan Manfaatnya?

Tren
Menghayati Makna 'Ngelakoni'

Menghayati Makna "Ngelakoni"

Tren
Sebelum Ada Ekstradisi, Ini Sederet Koruptor yang Kabur ke Singapura

Sebelum Ada Ekstradisi, Ini Sederet Koruptor yang Kabur ke Singapura

Tren
Viral, Video Remaja asal Brebes Hanyut di Sungai Saat Buat Konten, 7 Hari Belum Ditemukan

Viral, Video Remaja asal Brebes Hanyut di Sungai Saat Buat Konten, 7 Hari Belum Ditemukan

Tren
Viral, Video Bungkus Mi Disobek Diduga Mencari Photocard NCT

Viral, Video Bungkus Mi Disobek Diduga Mencari Photocard NCT

Tren
Tak Selamanya Jelek, Ini Sisi Positif dari Bergosip Menurut Penelitian Ilmiah

Tak Selamanya Jelek, Ini Sisi Positif dari Bergosip Menurut Penelitian Ilmiah

Tren
Ghozali Sudah Punya NPWP, Bagaimana Cara Membuat NPWP bagi Pemula?

Ghozali Sudah Punya NPWP, Bagaimana Cara Membuat NPWP bagi Pemula?

Tren
Sosok Ahmad Afi, Pesepak Bola Asal Surabaya yang Tak Bisa Ikut Seleksi Timnas U-16 karena Sakit Kronis

Sosok Ahmad Afi, Pesepak Bola Asal Surabaya yang Tak Bisa Ikut Seleksi Timnas U-16 karena Sakit Kronis

Tren
Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Penerimaan Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana 2022 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Tren
Gejala Reaksi Alergi terhadap Anjing dan Kucing yang Mungkin Tak Kita Sadari

Gejala Reaksi Alergi terhadap Anjing dan Kucing yang Mungkin Tak Kita Sadari

Tren
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.