Update Corona Dunia 9 Januari: 89,2 Juta Kasus Infeksi | WHO Desak Negara Kaya Berhenti Borong Vaksin Covid-19

Kompas.com - 09/01/2021, 08:35 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers di Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU), pada 3 Juli 2020. AFP PHOTO/POOL/FABRICE COFFRINIDirektur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers di Geneva Association of United Nations Correspondents (ACANU), pada 3 Juli 2020.

KOMPAS.com - Grafik kasus virus corona secara global masih terus mengalami peningkatan. Hingga Sabtu (9/1/2021) pagi, berdasarkan data Worldometers, total kasus infeksi virus corona di seluruh dunia telah mencapai 89.253.936 kasus.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.919.523 orang meninggal dunia, dan 63.933.171 orang dinyatakan pulih.

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan angka kasus tertinggi sampai saat ini.

Baca juga: [POPULER TREN] Cara Dapatkan Token Listrik Gratis Januari 2021 | Profil Elon Musk, Orang Terkaya di Dunia

Berikut ini 10 negara dengan jumlah kasus infeksi virus corona terbanyak di dunia:

  1. Amerika Serikat: 22.396.011 kasus, 377.096 orang meninggal dunia, dan 13.211.824 orang pulih
  2. India: 10.432.525 kasus, 150.835 orang meninggal dunia, dan 10.055.922 orang pulih
  3. Brasil: 8.015.920 kasus, 201.542 orang meninggal dunia, dan 7.114.474 orang pulih
  4. Rusia: 3.355.794 kasus, 60.911 orang meninggal dunia, dan 2.731.129 orang pulih
  5. Inggris: 2.957.472 kasus, 79.833 orang meninggal dunia, dan 1.364.821 orang pulih
  6. Perancis: 2.747.135 kasus, 67.431 orang meninggal dunia, dan 201.286 orang pulih
  7. Turki: 2.307.581 kasus, 22.450 orang meninggal dunia, dan 2.182.145 orang pulih
  8. Italia: 2.237.890 kasus, 77.911 orang meninggal dunia, dan 1.589.590 orang pulih
  9. Spanyol: 2.050.360 kasus, dan 51.874 orang meninggal dunia
  10. Jerman: 1.895.081 kasus, 40.401 orang meninggal dunia, dan 1.494.100 orang pulih

Berikut ini beberapa perkembangan terkait pandemi virus corona di sejumlah negara, dilansir dari The Guardian, Jumat (8/1/2021):

WHO

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut, sebagian besar negara berpendapatan rendah dan menengah saat ini masih belum mendapatkan suplai vaksin Covid-19.

"Negara-negara kaya memiliki sebagian besar suplai yang ada," kata Tedros.

Tedros mendesak negara-negara kaya dan produsen vaksin untuk berhenti membuat kesepakatan bilateral, yang dapat merugikan kerja sama berbagi vaksin internasional, COVAX.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Kebakaran Bioskop Laurier Palace di Kanada, 78 Anak Tewas

WHO mengatakan, awal pekan ini COVAX telah mengumpulkan dana sebesar 6 miliar dollar AS dari target 7 miliar dollar AS pada 2021.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X