Varian Covid-19 Inggris Ditemukan Sampai di AS, Ini Kata Epidemiolog

Kompas.com - 05/01/2021, 09:30 WIB
Seorang pejalan kaki mengenakan masker untuk melindungi diri dari Covid-19, di dekat papan informasi aturan Tier 3 di Inggris guna mengatasi wabah virus corona. Foto diambil di Newcastle-upon Tyne, Inggris, pada 19 Desember 2020. AFP PHOTO/OLI SCARFFSeorang pejalan kaki mengenakan masker untuk melindungi diri dari Covid-19, di dekat papan informasi aturan Tier 3 di Inggris guna mengatasi wabah virus corona. Foto diambil di Newcastle-upon Tyne, Inggris, pada 19 Desember 2020.

KOMPAS.com - Kasus varian virus corona yang pertama kali ditemukan di Inggris telah diidentifikasi di New York, Amerika Serikat. 

Dikutip dari Independent (5/12/2021), kepastian kasus mutasi virus corona yang dinilai lebih menular telah sampai ke Amerika Serikat disampaikan Gubernur New York Andrew Cuomo, Senin (4/12/2021).

Varian Covid-19 ditemukan pada seorang pria berusia 60-an di Saratoga County yang tidak pernah bepergian.

Tiga orang lain yang terkait dengan toko perhiasan tempat dia bekerja juga memiliki hasil tes positif, meskipun tidak jelas apakah mereka juga dinyatakan positif untuk varian tersebut.

Baca juga: Menilik Varian B117, Mutasi Virus Corona yang Diyakini Lebih Mudah Menular

Tidak sebabkan Covid-19 lebih parah

Varian SARS-CoV-2 ini dinilai lebih menular tetapi diyakini tidak lebih mematikan atau resisten terhadap upaya vaksin Covid-19 saat ini.

Sebelumnya dilansir Financial Times, (20/12/2020), penasihat medis senior Kesehatan Masyarakat Inggris, Susan Hopkins, mengatakan hal itu menunjukkan bahwa varian baru tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah atau peningkatan kematian.

Tetapi para peneliti Public Health England menegaskan bahwa B.1.1.7, varian virus baru yang menyebar di Inggris, lebih menular.

Apa yang berbahaya dari varian baru virus corona

Picu lonjakan kasus

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengatakan mutasi yang tercatat di UK dan South Africa sejauh ini tidak ditemukan membuat penyakit Covid-19 menjadi lebih parah.

"Namun harus diketahui bahwa meski tidak membuat parah ketika satu virus baru ini bisa menular lebih efektif, lebih cepat, itu artinya kasus orang sakit bisa berkali-kali lipat," katanya pada Kompas.com, Sabtu (2/12/2021).

Baca juga: 3 Negara ASEAN Ini Laporkan Varian Baru Virus Corona, Bagaimana dengan Indonesia?

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X