Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Ini dalam Sejarah: Merebak Flu Burung, Hong Kong Musnahkan 1,2 Juta Ekor Ayam

Kompas.com - 29/12/2020, 08:30 WIB
Luthfia Ayu Azanella,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Hong Kong melakukan pemusnahan besar-besaran jutaan ayam di wilayah itu pada 29 Desember 1997, atau 23 tahun lalu. 

Tindakan pemusnahan 1,2 juta ayam itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus A H5N1 yang menyebabkan flu burung.

Pada saat itu diketahui bahwa virus flu burung telah menewaskan 4 orang dan menginfeksi belasan orang lainnya di Hong Kong.

Baca juga: Wabah Flu Burung di Jepang Telah Menyebar ke 10 Wilayah

Virus flu burung

Virus flu burung memang menginfeksi hewan khususnya unggas, namun dia bisa menular ke manusia, sehingga tindakan pemusnahan jutaan ayam ini dirasa perlu untuk dilakukan.

Meski begitu, saat itu belum diketahui secara pasti bagaimana metode penularannya. Vaksin pun saat itu belum tersedia.

Melansir AP News (29/12/1997), ada sebanyak 1,2 juta ekor ayam disembelih.

Selain itu ada juga bebek, angsa, burung puyuh, dan jenis unggas yang lain juga turut menjadi target penyembelihan besar-besaran itu.

Para pedagang membunuh ayam dan bebeknya dengan menyembelih atau memotong leher unggas-unggas itu.

Larangan menjual unggas

Sementara untuk ayam dan bebek yang ada di peternakan dengan jumlah yang banyak, tim dari pemerintah yang mengenakan masker dan sarung tangan bedah terjun memusnahkan mereka dengan menggunakan gas khusus.

Baca juga: Tangkal Flu Burung, Belanda Musnahkan 190.000 Ayam

Berdasarkan BBC (29/12/1997), bangkai-bangkai unggas tersebut kemudian dikumpulkan dan dibawa petugas untuk dibuang dengan cara yang aman.

"Ini salah satu cara mencegah penyebaran penyakit, menyingkirkan sumbernya," kata pejabat kesehatan lingkungan Hong Kong saat itu, Chow Loi.

Di samping itu, Chow juga melarang masyarakat menjual berbagai jenis unggas hingga ada pernyataan aman.

Dikritik

Namun, langkah pemusnahanbesar-besaran ini tidak terlepas dari adanya kritikan.

Ada pihak yang menyebut pembantaian massal ini tidak menjamin memberantas persebaran virus dan membuat masyarakat tenang.

Hal itu dikarenakan dari mana sumber virus ini masih belum diketahui dengan pasti.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com