Kompas.com - 29/12/2020, 08:01 WIB
|

KOMPAS.com - Salah satu inovasi teknologi nuklir yang yang diciptakan oleh sejumlah negara maju yaitu pembuatan 'matahari buatan'.

Matahari buatan merupakan julukan yang diberikan untuk reaktor fusi nuklir bertenaga besar.

Fusi nuklir merupakan sumber energi bintang. Akan tetapi, untuk menciptakan itu di bumi menjadi tantangan serius agar tidak meledak.

Dua negara yang saat ini menciptakan matahari buatan adalah China dan Korea Selatan.

Baca juga: Mengenal Matahari Buatan China yang Akhirnya Menyala, Apa Fungsinya?

Lantas seperti apa matahari buatan di dua negara ini?

1. China

Foto dokumen yang diabadikan pada 19 Juli ini memperlihatkan para staf Southwestern Institute of Physics di China National Nuclear Corporation (CNNC) sedang bekerja di lokasi instalasi HL-2M Tokamak, matahari buatan generasi baru milik China, di Chengdu, Provinsi Sichuan, China. HL-2M Tokamak mulai dioperasikan pada Jumat (4/12/2020) dan berhasil melakukan pelepasan plasma pertamanya, menurut CNNC.Xinhua/Southwestern Institute of Physics CNNC Foto dokumen yang diabadikan pada 19 Juli ini memperlihatkan para staf Southwestern Institute of Physics di China National Nuclear Corporation (CNNC) sedang bekerja di lokasi instalasi HL-2M Tokamak, matahari buatan generasi baru milik China, di Chengdu, Provinsi Sichuan, China. HL-2M Tokamak mulai dioperasikan pada Jumat (4/12/2020) dan berhasil melakukan pelepasan plasma pertamanya, menurut CNNC.
Sejumlah ilmuwan China menciptakan matahari buatan menggunakan reaktor HL-2M Tokamak.

Matahari buatan ini dapat beroperasi hingga suhu mencapai 150 derajat celcius atau sekitar sepuluh kali lebih panas daripada matahari sesungguhnya.

Pengerjaan proyek pembuatan matahari buatan dilakukan di Provinsi Sichuan barat daya.

Melansir Kompas.com, 7 Desember 2020, reaktor nuklir tersebut disebut sebagai matahari buatan karena memiliki panas dan tenaga yang sangat besar.

Temuan tersebut merupakan upaya yang digunakan untuk menggunakan energi yang lebih bersih melalui fusi nuklir yang terkendali.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.