Respons Para Produsen Vaksin soal Varian Baru Virus Corona...

Kompas.com - 28/12/2020, 20:28 WIB
Perawat Israel menyiapkan vaksin Covid-19 untuk disuntikkan di Barzilai Madical Center di kota Ashkelon, pada Minggu (20/12/2020). AP PHOTO/TSAFRIR ABAYOVPerawat Israel menyiapkan vaksin Covid-19 untuk disuntikkan di Barzilai Madical Center di kota Ashkelon, pada Minggu (20/12/2020).
|

Perusahaan mengatakan sejauh ini telah menguji berbagai varian yang muncul sejak pertama kali wabah muncul, dan sejauh ini vaksin efektif untuk mengatasi varian-varian itu.

"Kami telah menguji serum dari hewan dan manusia yang divaksinasi dengan Vaksin COVID-19 Moderna terhadap sejumlah varian sebelumnya dari virus SARS-CoV-2 yang telah muncul sejak wabah pertama pandemi dan menemukan vaksin kami tetap sama efektifnya," kata Moderna.

Mereka berharap vaksin juga akan tetap efektif terhadap varian baru Inggris. Moderna akan melakukan tes tambahan vaksin dalam beberapa minggu mendatang untuk mengkonfirmasi hal itu.

"Berdasarkan data hingga saat ini, kami berharap kekebalan yang diinduksi oleh vaksin Moderna akan melindungi terhadap varian yang baru-baru ini dijelaskan di Inggris. Kami akan melakukan tes tambahan dalam beberapa minggu mendatang untuk mengkonfirmasi harapan ini," kata pernyataan Moderna dikutip dari US News, Selasa (22/12/2020).

Vaksin virus corona yang diproduksi Moderna saat ini telah mendapatkan izin penggunaan darurat di Amerika Serikat.

Baca juga: Moderna Klaim Vaksinnya Mampu Melindungi Varian Baru Covid-19 di Inggris

2. Pfizer-BioNTech

CEO sekaligus pendiri BioNTech, Ugur Sahin, mengaku yakin vaksin yang diproduksi pihaknya bersama Pfizer akan efektif melawan varian baru virus corona.

Ia mengatakan tidak melihat adanya masalah mengenai keefektifan vaksinnya.

“Ini bukan pertama kalinya virus bermutasi. Ada beberapa mutasi sebelumnya. Kami memeriksa semua mutasi di masa lalu dan kami tidak melihat ada masalah. Diperlukan waktu dua minggu untuk memeriksa mutasi baru tetapi kami tidak takut. Kita perlu cek tapi tidak ada yang namanya vaksin itu tidak efektif, ”ujarnya dikutip dari AA, Selasa (22/12/2020).

Pfizer dan BioNTech akan mulai melakukan tes terhadap keefektifan vaksin melawan mutasi baru virus corona.

Ia percaya ketika 1 persen virus telah bermutasi, maka 99 persennya dapat dikonsolidasikan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Terbaru Daerah yang Masuk Zona Merah dan Hijau Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

Daftar Terbaru Daerah yang Masuk Zona Merah dan Hijau Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

Tren
Bansos Tunai Rp 300.000 Diperpanjang hingga Juni 2021, Ini Cara Cek Penerima di cekbansos.kemensos.go.id

Bansos Tunai Rp 300.000 Diperpanjang hingga Juni 2021, Ini Cara Cek Penerima di cekbansos.kemensos.go.id

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Puluhan Ribu Mahasiswa 'Menduduki' Gedung DPR/MPR

Hari Ini dalam Sejarah: Puluhan Ribu Mahasiswa "Menduduki" Gedung DPR/MPR

Tren
UPDATE Corona 19 Mei: 10 Negara Kasus Tertinggi | Pasien Covid-19 India Dirawat di Bawah Pohon

UPDATE Corona 19 Mei: 10 Negara Kasus Tertinggi | Pasien Covid-19 India Dirawat di Bawah Pohon

Tren
[POPULER TREN] Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong | Formasi CPNS dan PPPK Paling Banyak Dibutuhkan pada 2021

[POPULER TREN] Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong | Formasi CPNS dan PPPK Paling Banyak Dibutuhkan pada 2021

Tren
INFOGRAFIK: Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong

INFOGRAFIK: Cara Daftar Vaksinasi Gotong Royong

Tren
Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Formasi Apa yang Paling Banyak?

Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK 2021, Formasi Apa yang Paling Banyak?

Tren
Ternyata Begini Cara Astronot Mencuci Rambutnya di Luar Angkasa

Ternyata Begini Cara Astronot Mencuci Rambutnya di Luar Angkasa

Tren
Kajian Kemenkes: 2 Dosis Vaksin Sinovac Turunkan Risiko Penularan Covid-19 hingga 94 Persen

Kajian Kemenkes: 2 Dosis Vaksin Sinovac Turunkan Risiko Penularan Covid-19 hingga 94 Persen

Tren
Gojek dan Tokopedia Merger Jadi GoTo, Adakah Perubahan di Aplikasi?

Gojek dan Tokopedia Merger Jadi GoTo, Adakah Perubahan di Aplikasi?

Tren
Bagaimana Hamas Dapat Menembus Iron Dome Israel?

Bagaimana Hamas Dapat Menembus Iron Dome Israel?

Tren
Pendaftaran CPNS dan PPPK Dibuka 31 Mei, Ini Syarat dan Ketentuan Lengkapnya

Pendaftaran CPNS dan PPPK Dibuka 31 Mei, Ini Syarat dan Ketentuan Lengkapnya

Tren
Guru TK Nyaris Bunuh Diri karena Ditagih Pinjol, Ini Standar Penagihan Menurut OJK

Guru TK Nyaris Bunuh Diri karena Ditagih Pinjol, Ini Standar Penagihan Menurut OJK

Tren
Menyiasati Lemak Perut di Usia 40 Tahun ke Atas

Menyiasati Lemak Perut di Usia 40 Tahun ke Atas

Tren
Ini Perbedaan CPNS dan PPPK

Ini Perbedaan CPNS dan PPPK

Tren
komentar
Close Ads X