Kompas.com - 28/12/2020, 16:04 WIB
Ilustrasi klarifikasi KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi klarifikasi
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Beredar video dengan narasi petugas medis di Inggris berpura-pura menyuntik vaksin Covid-19 dengan menggunakan jarum palsu.

Video tersebut menunjukkan jarum tidak lagi ada di ujung tabung suntik ketika suntikan dicabut dari lengan pasien.

Video itu keliru ditafsirkan. 

Faktanya, video itu merekam petugas medis menyuntik vaksin Covid-19 ke seorang pasien dengan menggunakan safety syringe. Safety syringe adalah alat suntik yang dapat menarik kembali jarum masuk ke dalam tabung suntik setelah digunakan.

Maka itu, memang tidak terlihat jarum di ujung tabung setelah dilepas dari tubuh pasien. Alat ini sudah digunakan luas selama 1 dekade dan telah diakui badan kesehatan dunia WHO.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Narasi yang Beredar

Sejumlah akun di Facebook mengunggah video yang menayangkan petugas medis yang mengenakan masker dan face shield tengah menyuntikkan vaksin virus corona ke lengan seorang pasien.

Dalam tayangan jarak dekat, terlihat ketika suntikan ditarik dari lengan pasien, tidak tampak jarum di ujung tabung suntikan.

Video itu mengangkat narasi vaksinasi Covid-19 di Inggris, dipublikasikan oleh BBC. Akun yang mengunggah video itu pada Kamis (17/12/2020) menyebut, jarum tersebut palsu dan mengklaim bahwa BBC melakukan kebohongan.

Sampai Senin (28/12/2020) video itu sudah dibagi 106 kali.

Status Facebook yang mengunggah video dengan narasi keliru mengenai vaksinasi menggunakan jarum palsu.Facebook Status Facebook yang mengunggah video dengan narasi keliru mengenai vaksinasi menggunakan jarum palsu.

Sementara, akun ini menulis di statusnya bahwa ketika petugas medis melepaskan suntikan, jarum suntik telah hilang. Ia memunculkan pertanyaan apakah adegan palsu itu cara untuk menyatakan bahwa vaksin aman.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.