Berikut 8 Negara yang Konfirmasi Varian Baru Virus Corona, Bagaimana dengan Indonesia?

Kompas.com - 24/12/2020, 16:30 WIB
Varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian receptor-binding domain, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia. GETTY IMAGES via BBC INDONESIAVarian baru virus corona yang ditemukan di Inggris memiliki mutasi pada bagian receptor-binding domain, yang digunakan virus untuk menginfeksi sel tubuh manusia.

KOMPAS.com - Pandemi virus corona belum berakhir. Bahkan sejumlah negara mengonfirmasi adanya temuan varian baru virus corona yang muncul di Inggris.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, strain baru virus corona itu 70 persen lebih menular dibandingkan virus aslinya.

Sejauh ini, lebih dari 1.000 kasus yang disebabkan oleh varian baru Covid-19 telah teridentifikasi.

Strain tersebut diberi nama "VUI-202012/01" dan saat ini masih diteliti oleh sejumlah ahli di negara tersebut.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona di Inggris Disebutkan Lebih Menular, Sudahkah Masuk Indonesia?

Lantas, negara mana saja yang sudah melaporkan adanya varian baru virus corona tersebut?

1. Irlandia Utara

Irlandia Utara pada Rabu (23/12/2020), telah mengkonfirmasi adanya varian baru virus corona.

Departemen Kesehatan, Irlandia Utara dalam sebuah pernyataan mengatakan, varian baru Covid-19 itu kemungkinan besar telah ada di Irlandia Utara untuk jangka waktu tertentu.

"Konfirmasi tersebut menggarisbawahi perlunya setiap orang untuk melipatgandakan upaya kami menghentikan penyebaran virus," kata Menteri Kesehatan Robin Swann dikutip dari health-ni.gov.uk.

Baca juga: Ramai soal Varian Baru Virus Corona di Inggris, Ini Kata Epidemiolog...

2. Israel

Israel menemukan empat kasus varian baru Covid-19 yang sangat menular, yang pertama kali muncul di Inggris, demikian menurut Kementerian Kesehatan Israel pada Rabu (23/12/2020).

Tiga kasus di antaranya baru kembali dari Inggris dan sedang menjalani isolasi di sebuah hotel rujukan pasien Covid-19, dengan kasus keempat masih diselidiki.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Israel telah meluncurkan vaksinasi Covid-19 pada Sabtu dan 70.000 dari 9 juta penduduk mereka telah disuntikkan vaksin.

Baca juga: Catat, 9 Daerah Ini Wajibkan Dokumen Rapid Test Antigen, Mana Saja?

3. Singapura

Kementerian Kesehatan Singapura mengkonfirmasi 21 kasus Covid-19 baru pada Rabu (23/12).

Satu di antaranya merupakan kasus virus corona mutasi baru dari Inggris.

Pasien adalah seorang pelajar Singapura berusia 17 tahun yang pulang dari Inggris seperti dilansir dari Channel News Asia, Rabu (23/12/2020).

Teridentifikasi sebagai kasus nomor 58.504, ia tinggal di Inggris selama studinya sejak Agustus lalu.

Pasien yang tak disebutkan identitasnya ini tiba di Singapura pada 6 Desember dan melakukan karantina selama dua minggu sesuai protokol.

Baca juga: Ramai Topik soal Rapid Antigen, Apakah Sama dengan Swab Antigen?

4. Denmark

Dilansir Sky News, Senin (21/12/2020), Technical Lead Covid-19 di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Maria Van Kerkhove mengonfirmasi varian baru virus corona yang teridentifikasi di Inggris juga telah ditemukan di beberapa negara lainnya.

Dia mengatakan, sembilan kasus positif Covid-19 di Denmark teridentifikasi disebabkan oleh varian baru tersebut.

5. Belanda

Kerkhove menambahkan, beberapa kasus yang disebabkan oleh varian baru itu juga telah ditemukan di Belanda pada Minggu (20/12/2020).

Pemerintah Belanda telah mengambil sampel kasus virus corona pada awal bulan ini, dan menemukan bukti varian baru.

Baca juga: Berikut Kelompok yang Tidak Boleh Disuntik Vaksin Covid-19

6. Australia

Lebih lanjut, dua kasus varian baru virus corona di Australia, terdeteksi pada dua penumpang yang mendarat di New South Wales setelah terbang dari Inggris.

7. Italia

Sementara itu, pada Senin (21/12/2020), Kementerian Kesehatan Italia melaporkan telah mengidentifikasi sepasang pasien yang terinfeksi virus corona dengan strain yang sama seperti yang bermutasi di Inggris.

Pasangan tersebut kembali ke Italia setelah melakukan perjalanan dari Inggris.

Keduanya mendarat di Bandara Fiumicino, Roma.

Baca juga: Berkah Penguncian, Pemburu Harta Karun di Inggris Panen Temuan

8. Gibraltar

Teritori luar negeri Inggris di Gibraltar, juga telah mengidentifikasi setidaknya satu kasus yang terkait dengan varian baru virus corona.

9. Diduga ada di Perancis dan Afrika Selatan

Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran mengatakan sangat mungkin varian baru virus corona sudah menyebar di Perancis.

Namun sejauh ini, belum ada kasus yang diidentifikasi secara resmi.

Di Afrika Selatan, strain yang tampaknya sangat mirip dengan yang berasal dari Inggris telah ditemukan.

Tetapi, para ahli di negara itu masih belum yakin apakah itu merupakan strain yang sama.

Baca juga: Saudi Tutup Penerbangan, Berikut Update Nasib Jemaah Umrah Indonesia yang Batal Berangkat

Bagaimana dengan Indonesia?

Dikonfirmasi terkait varian baru virus corona yang muncul di Inggris tersebut, Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan belum ada.

" Varian baru virus corona tersebut belum terkonfirmasi ada di Indonesia," kata Wiku saat dihubungi Kompas.com, Selasa (22/12/2020).

Saat disinggung terkait dengan langkah antisipasi terkait varian baru virus corona tersebut, Wiku enggan menanggapi.

Sebaliknya, pria kelahiran Malang 56 tahun yang lalu ini menyatakan, pihaknya kini sedang melakukan surveilans terhadap virus yang beredar di Indonesia.

"Kita sedang melakukan surveillance terhadap virus yang beredar di Indonesia," ucap Wiku.

 

Baca juga: Varian Baru Virus Corona di Inggris Disebutkan Lebih Menular, Sudahkah Masuk Indonesia?

Peringatan WHO

Layar video menampilkan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pidato sambutan untuk membuka China International Expo di Shanghai, Rabu (4/11/2020).AP PHOTO/MARK SCHIEFELBEIN Layar video menampilkan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam pidato sambutan untuk membuka China International Expo di Shanghai, Rabu (4/11/2020).

Sementara itu, WHO mendesak anggotanya di Eropa untuk meningkatkan tindakan melawan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang beredar di Inggris.

"Di seluruh Eropa, di mana penularannya intens dan meluas, negara-negara perlu menggandakan pendekatan pengendalian dan pencegahan mereka," kata juru bicara WHO Eropa dikutip dari AFP, Minggu (20/12/2020).

WHO juga mendesak anggotanya di seluruh dunia untuk mengamati mutasi virus SARS-CoV-2 jika memungkinkan, dan berbagi data mengenai hal itu dengan komunitas internasional.

Khususnya, bagi negara-negara yang melaporkan adanya mutasi virus yang sama.

Baca juga: Studi: Stroke Tingkatkan Risiko Kematian pada Pasien Covid-19

Strain baru virus corona itu, WHO menduga, dapat menyebar lebih mudah di antara orang-orang dan memengaruhi tes diagnostik.

"Informasi awal, bahwa varian tersebut dapat memengaruhi kinerja beberapa tes diagnostik," kata WHO.

Meski masih diselidiki, sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya perubahan pada tingkat keparahan penyakit.

Baca juga: Pencairan BLT UMKM Rp 2,4 Juta Disebut Paling Lambat 28 Desember, Benarkah?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo infografik: Beda Test Antigen, Rapid Test Antibodi, dan PCR


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X