Kabinet Jokowi, Sandiaga Uno, dan Adegan Politik Kekuasaan...

Kompas.com - 23/12/2020, 18:02 WIB
Warga menaiki becak sambil menggunakan penutup wajah bergambar pasangan capres cawapres peserta Pemilu 2019, Joko Widodo- Maruf Amin dan Prabowo Subianto -Sandiaga Uno saat aksi damai di Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/5/2019). Dalam aksi tersebut mereka berharap capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto segera bertemu guna rekonsiliasi pascapilpres 2019. ANTARA FOTO/Maulana Surya. ANTARA FOTO/Maulana SuryaWarga menaiki becak sambil menggunakan penutup wajah bergambar pasangan capres cawapres peserta Pemilu 2019, Joko Widodo- Maruf Amin dan Prabowo Subianto -Sandiaga Uno saat aksi damai di Solo, Jawa Tengah, Jumat (24/5/2019). Dalam aksi tersebut mereka berharap capres nomor urut 01 Joko Widodo dan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto segera bertemu guna rekonsiliasi pascapilpres 2019. ANTARA FOTO/Maulana Surya.

KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo baru saja melantik 6 menteri baru yang akan menggantikan posisi menteri sebelumnya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Di antara keenam menteri baru itu, salah satunya adalah Sandiaga Salahudin Uno yang kini dipercaya menduduki pos Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), menggantikan Wishnutama.

Sandiaga adalah seorang pengusaha dan inisiator OKE OCE yang sebelumnya menjadi pesaing Jokowi dalam Pilpres 2019.

Baca juga: Mengenal Sosok Budi Gunadi Sadikin yang Disebut-sebut Potensial Geser Posisi Terawan

Ia juga merupakan calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo Subianto, yang saat ini sosoknya juga sudah ada di dalam lingkar pemerintahan, pasca-didaulat menjadi Menteri Pertahanan pada awal masa kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf pada Oktober lalu.

Banyak pihak yang mengistilahkan masuknya Prabowo-Sandi ke dalam Kabinet Indonesia Maju tersebut sebagai "Happy Ending". Artinya calon-calon yang sebelumnya bersaing di Pilpres, kini mendayung di kapal yang sama.

Padahal, perlu diketahui rivalitas keduanya sangat berdampak di masyarakat, selama masa kampanye Pilres kemarin, bahkan setelahnya.

Baca juga: Indonesia Disebut di Bawah Sistem Politik Kebangsawanan, Seperti Apa Penjelasannya?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X