Kompas.com - 19/12/2020, 19:50 WIB

KOMPAS.com - Rapid test antigen untuk mendeteksi virus corona kini menjadi syarat bagi mereka yang melakukan perjalanan keluar kota pada masa pandemi virus corona.

Aturan ini mulai berlaku pada 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Sebelumnya, perjalanan bisa dilakukan dengan membawa hasil negatif rapid test antibodi. 

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia Prof DR. Dr. Aryati MS, Sp. PK (K) memaparkan plus minus rapid test antigen.

Ia menjelaskan, ada sejumlah cara mendeteksi Covid-19.

Secara berurutan, yang paling baik, menurut dia, prosedur kultur menggunakan virus hidup.

Akan tetapi, cara ini sulit diterapkan karena harus dilaksanakan pada laboratorium riset dan menggunakan prosedur yang ketat.

Metode di bawah kultur, dilakukan dengan menggunakan molekuler. Salah satunya prosedur pemeriksaan menggunakan PCR.

Akan tetapi PCR, membutuhkan waktu yang lebih lama.

Baca juga: Ramai soal Rapid Test Antigen, Ini Penjelasan Lengkap Kemenkes dari HET hingga Persoalan Sanksi

Plus minus rapid test antigen

Nah, keunggulan rapid test antigen di antaranya dapat mendeteksi virus secara langsung dan bisa dilakukan lebih cepat dari PCR.

Oleh karena itu, menurut dia, tes cepat antigen ini menjadi pilihan karena dapat dilaksanakan dengan cepat dengan tingkat kepercayaan di bawah PCR.

Akan tetapi, Aryati mengingatkan, proses pemeriksaan tes antigen harus dikerjakan dengan cepat setelah pengambilan sampel.

"Antigen ada buffer lysys di dalam tabung sehingga pengerjaan harus dilakukan dengan cepat," ujar Aryati dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/12/2020).

Kelebihan lainnya, bisa mendeteksi saat pasien memasuki fase akut dan sangat menular.

Berikut ini sejumlah kelebihan rapid test antigen:

  • Mendeteksi komponen virus secara langsung
  • Baik untuk deteksi fase akut (early case detection)
  • Tidak membutuhkan masa inkubasi untuk menunjukkan hasil positif
  • Tidak memerlukan spesifikasi laboratorium khusus untuk pengerjaan rapid test
  • Tidak memerlukan keterampilan petugas secara khusus dalam pengerjaan rapid test.

Adapun sejumlah kekurangan rapid test antigen:

  • Hanya dapat mendeteksi pada fase akut, sedangkan RT-PCR masih positif
  • Menggunakan sampel saluran napas atas (swab naso/orofaring)
  • Ketidakterampilan petugas dalam pengambilan spesimen dapat mempengaruhi hasil
  • Membutuhkan APD level 3 untuk pengambilan spesimen
  • Memerlukan perhatian khusus terhadap sensitivitas yang bervariasi
  • Uji validasi masih terbatas sehingga belum dapat menggantikan posisi RT-PCR.

Baca juga: 6 Daerah yang Terapkan Wajib Dokumen Rapid Test Antigen, Mana Saja?

Yang harus diperhatikan

Aryati mengatakan, setiap peralatan antigen sudah ada ketentuan harus berapa lama pemeriksaan segera dilakukan terhadap sampel yang telah diambil.

Ia mengatakan, jika tidak segera dilakukan pemeriksaan, maka berpotensi menimbulkan adanya negatif palsu.

"Kalau PCR bisa dikerjakan tak segera karena ada medianya untuk virus bertahan. Tapi antigen harus segera. Kalau di situ tidak segera, bagaimana? hasilnya bisa negatif palsu," kata dia.

Idealnya, pelaksanaan rapid test antigen juga memerlukan Biosafety kabinet untuk menghindari potensi aerosol saat pengambilan sampel sehingga sebaiknya memang tidak dilaksanakan di tempat terbuka.

Selain itu, pengambilan sampel antigen juga perlu menggunakan APD level 3.

Aryati mengatakan, pengambilan sampel melalui swab nasofaring juga seharusnya dilakukan oleh tenaga terlatih.

Alasannya, dalam pengambilan sampel perlu teknik khusus sehingga alat pengambilan sampel bisa menyentuh ujung dan diputar-putar.

Tujuannya agar pengambilan sampel maksimal dan tidak muncul negatif palsu.

Selengkapnya, berikut sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam melakukan rapid test antigen:

  • Lokasi tempat pengerjaan antigen
  • Pengambilan sampel swab nasofaring harus oleh tenaga terlatih unt menjamin kualitas sampel/spesimen
  • Harus segera dikerjakan
  • Pengawasan terhadap merk yang belum diketahui validitas reagensia antigen
  • Interpretasi hasil harus disertai kehati2an (lihat panduan PatKLIn)
  • Gold standard tetap NAAT misal PCR.

Baca juga: Bagaimana Akurasi Rapid Test Antigen Dibanding Tes Covid-19 Lainnya?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Tarif Rapid Test Antigen di 7 Bandara Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.