Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Menghargai Keikhlasan Presiden Jokowi

Kompas.com - 18/12/2020, 13:43 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato secara virtual, Rabu (24/9/2020). TANGKAP LAYAR VIDEO PIDATO PRESIDEN JOKOWI/SEKRETARIAT KABINETPresiden Joko Widodo menyampaikan pidato secara virtual, Rabu (24/9/2020).

SAYA terharu atas keikhlasan Presiden Joko Widodo yang berkenan merelakan diri pribadi untuk menjadi warga Indonesia pertama ikhlas disuntik vaksin Corona.

Baca juga: Jokowi Akan Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19

Mulia

Niat keikhlasan beliau sangat mulia yaitu demi membuktikan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa vaksin Corona aman. Suatu semangat pengorbanan tulus bermakna kemanusiaan adiluhur.

Namun sebagai seorang rakyat Indonesia yang kebetulan bersahabat dengan Joko Widodo sejak beliau masih walikota Solo, dengan penuh kerendahan hati saya memohon Presiden Jokowi jangan mengikhlaskan diri sendiri menjadi warga Indonesia pertama untuk disuntik vaksin Corona demi membuktikan keamanan vaksin Corona.

Insya Allah para menteri koordinator beserta segenap menteri terutama Menteri Kesehatan sebagai para pembantu utama Presiden juga jangan merelakan presiden mengorbankan diri sekadar demi membuktikan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa vaksin Corona aman.

Sejarah ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa uji coba klinis vaksin membutuhkan waktu minimal dua tahun demi dapat menjamin bahwa vaksin benar-benar aman dalam arti tidak menimbulkan dampak samping negatif apa pun.

Teknologi uji coba klinis

Di masa hak asasi manusia telah diutamakan oleh PBB, percobaan vaksin dilakukan terhadap manusia merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang tidak layak dibenarkan.

Apalagi di masa kini teknologi uji coba klinis sudah memungkinkan eksperimen dilakukan di laboratorium biomekular berdasar simulasi komputerial terhadap robot dengan metabolisme serupa manusia.

Namun eksperimen vaksin dengan menggunakan robot juga tetap membutuhkan waktu cukup panjang demi pembuktian keamanan vaksin.

Maka, sebaiknya jangan lakukan percobaan vaksin Corona pada diri seorang presiden yang sangat dicintai oleh seluruh rakyatnya

WHO

Adalah lebih bijak apabila bangsa Indonesia berkenan bersabar menanti WHO sebagai lembaga kesehatan PBB memberikan jaminan resmi bahwa vaksin Corona yang akan diberikan secara gratis kepada seluruh rakyat Indonesia benar-benar paripurna bebas dari segenap marabahaya risiko dampak-samping negatif vaksinasi.

Setelah berdasar kaidah sains kesehatan terbukti benar-benar aman maka atas rekomendasi resmi WHO dan BPOM Republik Indonesia silakan vaksin yang terjamin aman secara adil dan merata serta tanpa paksaan dipersembahkan kepada seluruh rakyat Indonesia agar segenap warga Indonesia kebal terhadap angkara murka virus Corona. Merdeka!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.