Kaleidoskop 2020: Babak Belur Ekonomi Dunia dan Upaya Tetap Bertahan

Kompas.com - 17/12/2020, 19:57 WIB
Ilustrasi resesi ekonomi akibat pandemi virus corona. SHUTTERSTOCK/LIGHTSPRINGIlustrasi resesi ekonomi akibat pandemi virus corona.

KOMPAS.com – Pandemi virus corona yang berlangsung sejak akhir Desember 2019, telah berjalan hampir satu tahun.

Setelah hampir setahun, penyebaran virus corona belum juga terkendali. Kasus di dunia dan banyak negara masih terus mengalami peningkatan.

Pandemi virus corona tak hanya berdampak pada sisi kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami pukulan berat.

Sejumlah negara mengalami resesi. Berbagai sektor usaha harus melakukan berbagai upaya untuk bertahan.

Berikut kilas situasi ekonomi sepanjang tahun ini.

Resesi

Pandemi yang berlangsung lama mengakibatkan aktivitas perekonomian melemah. Pembatasan yang diberlakukan di banyak negara di dunia turut berpengaruh pada roda ekonomi.

Akibatnya, sejumlah negara di dunia mengalami resesi. Resesi terjadi baik negara maju dan berkembang.

Mengutip dari Express, negara-negara seperti Perancis, Italia, Kanada, Jerman, AS, dan Jepang. Indonesia juga menyatakan resmi mengalami resesi setelah pertumbuhan ekonominya minus pada dua kuartal berturut-turut.

Sementara itu, Perancis, pada Agustus 2020, PDB-nya kontraksi 13,8 persen.

Adapun Italia berkontraksi 12,4 persen, sedangkan Kanada 12 persen.

Sementara, perekonomian Jerman disebut menyusut 10,1 persen. AS dan Jepang menyusut 7,6 persen.

Inggris disebut mengalami resesi paling parah waktu itu yakni sebesar 20 persen.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X