[KLARIFIKASI] Benarkah IDI Tolak Jadi yang Pertama Divaksin Covid-19?

Kompas.com - 14/12/2020, 18:48 WIB
Ilustrasi klarifikasi KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi klarifikasi
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

KOMPAS.com - Tersiar narasi bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak menjadi pihak pertama yang menerima vaksin Covid-19.

Narasi itu juga menyinggung bahwa Presiden Jokowi menolak sebagai orang pertama yang akan disuntik vaksin Covid-19.

Narasi tersebut mencuat di media sosial ketika vaksin Covid-19 asal China, Sinovac, sudah tiba di Indonesia dan tengah diuji secara klinis oleh PT Biofarma.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengatakan, narasi mengenai IDI menolak vaksin Covid-19 program pemerintah keliru. IDI menyatakan siap menjadi pihak pertama yang disuntik vaksin Covid-19.

Selain itu, Presiden Jokowi bersedia disuntikkan vaksin Covid-19, asalkan berbarengan dengan masyarakat yang menerima suntikan tersebut.

Narasi yang Beredar

Akhir-akhir ini beredar narasi bahwa IDI menolak menjadi pihak pertama yang disuntik vaksin Covid-19.

Narasi ini dapat dilihat di status Rohmani pada Sabtu (12/12/2020). Akun itu juga mempertanyakan siapa yang harus divaksin lebih dulu.

Akun ini dan ini pun menarasikan hal serupa. Berikut isi lengkap status salah satu akun tersebut:

"IDI tolak yg pertama dpt Vaksin sinovac China, mrk mau yg usul dong yg pertama dpt, siapa? Presiden lah.. ????"

Status Facebook keliru soal IDI menolak menerima vaksin Covid-19.Facebook Status Facebook keliru soal IDI menolak menerima vaksin Covid-19.

 

Narasi serupa juga ditemukan di Twitter. Dalam twitnya, akun AllForOne menyebut bahwa IDI dan presiden menolak disuntik vaksin terlebih dahulu.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X