Beberapa Peserta Uji Vaksin Pfizer di AS Alami Bell's Palsy, Apa Itu?

Kompas.com - 13/12/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi bells palsy Shutterstock/jaojormamiIlustrasi bells palsy

Penyebab bell's palsy

Para ahli hingga kini belum mengetahui pasti penyebab bell's palsy. Namun, bel'ls palsy terjadi saat saraf kranial ketujuh membengkak atau tertekan, sehingga sebagian wajah mengalami lemah atau lumpuh.

Penyebab pasti kerusakan saraf ini belum teridentifikasi. Tetapi, sejumlah peneliti menduga kemungkinan besar kondisi tersebut dipicu infeksi virus atau bakteri.

Virus atau bakteri yang disebut biang bell's palsy di antaranya:

  • Herpes simpleks
  • HIV yang bisa merusak sistem kekebalan
  • Sarcoidosis biang radang organ
  • Herpes zoster
  • Virus Epstein-Barr
  • Penyakit Lyme yang disebabkan infeksi bakteri dari kutu

Seseorang jadi lebih rentan terserang bell's palsy ketika:

  • Hamil
  • Menderita diabetes
  • Memiliki infeksi paru-paru
  • Berasal dari keluarga penderita bell's palsy

Jika Anda mengalami gejala bells palsy, segera periksakan diri ke dokter. Hindari mendiagnosis bell's palsy sendiri, karena gejalanya mirip stroke atau tumor otak.

Dokter umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik, merekomendasikan tes darah, MRI, sampai CT scan.

Gejala bells palsy umumnya bersifat sementara dan bisa membaik dalam beberapa minggu.

Dibutuhkan waktu setidaknya enam bulan sampai penderita pulih total. Namun, ada juga orang yang mengalami gejala bell's palsy menetap atau seumur hidup.

Perawatan yang tepat dapat membantu mempercepat waktu pemulihan dan mencegah komplikasi penyakit.

Baca juga: Kajian WHO: Efek Remdesivir Kurangi Risiko Kematian akibat Covid-19 Kecil

Gejala bells palsy

Melansir Mayo Clinic, bell's palsy juga dikenal sebagai penyakit kelumpuhan wajah perifer akut.

Beberapa gejala bell's palsy yang khas di antaranya:

  • Salah satu sisi wajah mendadak lemah atau lumpuh total
  • Wajah terkulai sampai susah membuat ekspresi wajah seperti tersenyum
  • Susah menutup mata
  • Ngiler
  • Perot
  • Nyeri di sekitar rahang atau di sisi dalam telinga yang terserang bell's palsy
  • Salah satu telinga jadi lebih peka suara
  • Sakit kepala
  • Tidak peka rasa
  • Susah makan dan minum

Di beberapa kasus yang jarang terjadi, bell's palsy dapat memengaruhi saraf di kedua sisi wajah.

Baca juga: Tidak Semua Warga Dapat Vaksin Gratis, Ini Dampaknya Menurut Epidemiolog

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nasib Saya yang Jadi Korban Diskriminasi Berat Badan

Nasib Saya yang Jadi Korban Diskriminasi Berat Badan

Tren
Viral, Unggahan Rambut Keriting Sering Dipotong Disebut Bisa Bikin Rambut Jadi Lurus, Ini Penjelasan Dokter

Viral, Unggahan Rambut Keriting Sering Dipotong Disebut Bisa Bikin Rambut Jadi Lurus, Ini Penjelasan Dokter

Tren
Panduan Pengisian e-HAC, Syarat Perjalanan Jelang dan Pasca Larangan Mudik

Panduan Pengisian e-HAC, Syarat Perjalanan Jelang dan Pasca Larangan Mudik

Tren
Selamat Jalan Rad(h)ar Kesenian Indonesia

Selamat Jalan Rad(h)ar Kesenian Indonesia

Tren
UGM Buka Seleksi Jalur Prestasi 2021, Ini Syarat dan Ketentuannya...

UGM Buka Seleksi Jalur Prestasi 2021, Ini Syarat dan Ketentuannya...

Tren
Berlaku Mulai 22 April, Ini Aturan Baru soal Pengetatan Mudik 2021

Berlaku Mulai 22 April, Ini Aturan Baru soal Pengetatan Mudik 2021

Tren
Update Corona Global: 5 Negara Kasus Terbanyak | India Catatkan Kasus Harian Tertinggi di Dunia

Update Corona Global: 5 Negara Kasus Terbanyak | India Catatkan Kasus Harian Tertinggi di Dunia

Tren
Simak, Ini 6 Produk Apple yang Baru Dirilis April 2021, Apa Saja?

Simak, Ini 6 Produk Apple yang Baru Dirilis April 2021, Apa Saja?

Tren
[POPULER TREN] Syarat Pelaku Perjalanan Kendaraan Pribadi | Bahaya Konsumsi Daging Ayam Setiap Hari

[POPULER TREN] Syarat Pelaku Perjalanan Kendaraan Pribadi | Bahaya Konsumsi Daging Ayam Setiap Hari

Tren
Meninggal Dunia, Berikut Kiprah dan Perjalanan Hidup Sastrawan Radhar Panca Dahana...

Meninggal Dunia, Berikut Kiprah dan Perjalanan Hidup Sastrawan Radhar Panca Dahana...

Tren
Ramai Slip Gaji Petugas Kebersihan Pertamina Rp 13 Juta, Benarkah?

Ramai Slip Gaji Petugas Kebersihan Pertamina Rp 13 Juta, Benarkah?

Tren
Pencegahan dan Pengobatan Diare Ketika Puasa

Pencegahan dan Pengobatan Diare Ketika Puasa

Tren
UI Buka Lowongan 123 Formasi Dosen Tetap, Berminat? Ini Informasinya!

UI Buka Lowongan 123 Formasi Dosen Tetap, Berminat? Ini Informasinya!

Tren
Mengenali Radang Sendi pada Anjing dan Kucing Serta Cara Penanganannya

Mengenali Radang Sendi pada Anjing dan Kucing Serta Cara Penanganannya

Tren
Makin Ketat, Ini Syarat Pelaku Perjalanan Kendaraan Pribadi Mulai 22 April 2021

Makin Ketat, Ini Syarat Pelaku Perjalanan Kendaraan Pribadi Mulai 22 April 2021

Tren
komentar
Close Ads X