Studi: Faktor Genetik Memengaruhi Tingkat Keparahan Virus Corona

Kompas.com - 12/12/2020, 13:45 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19 yang membutuhkan ventilator, umumnya menunjukkan gejala delirium. Gejala delirium Covid-19 menyebabkan hilang kesadaran, pasien umumnya datang ke IGD sambil mengigau, hilang fokus. Kebanyakan ditemukan pada pasien dewasa yang lebih tua, dengan rata-rata usia di atas 70 tahun. SHUTTERSTOCK/HalfpointIlustrasi pasien Covid-19 yang membutuhkan ventilator, umumnya menunjukkan gejala delirium. Gejala delirium Covid-19 menyebabkan hilang kesadaran, pasien umumnya datang ke IGD sambil mengigau, hilang fokus. Kebanyakan ditemukan pada pasien dewasa yang lebih tua, dengan rata-rata usia di atas 70 tahun.

KOMPAS.com - Virus corona bisa menimbulkan dampak yang berbeda-beda pada seseorang yang terinfeksi. 

Mulai dari tidak menimbulkan gejala sama sekali, hingga muncul gejala berat yang membutuhkan alat bantu pernapasan. 

Sejauh ini, beberapa hal yang diduga menjadi pemicu timbulnya gejala berat pada pasien Covid-19 adalah komorbid atau penyakit bawaan, seperti hipertensi atau diabetes. 

Namun, kini para ahli menemukan sejumlah faktor yang mungkin menjadi alasan sebagian orang bisa mengalami serangan Covid-19 yang parah, sementara yang lain tidak.

Baca juga: Faktor Genetik Disebut Bisa Menentukan Tingkat Keparahan Virus Corona

Faktor genetik memengaruhi

Melansir BBC, Sabtu (12/12/2020), temuan itu diungkapkan melalui sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature.

Penelitian itu menyebut lebih dari 2.200 pasien Covid-19 yang masuk ke ruang ICU teridentifikasi memiliki gen spesifik yang kini diyakini menjadi jawaban mengapa mereka bisa mendapatkan serangan sakit yang parah.

Orang-orang dengan gen spesifik ini rentan mengalami gejala Covid-19 yang lebih parah dari yang lainnya.

Temuan ini sekaligus juga bisa membantu para ahli untuk mengembangkan pengobatan baru yang tepat.

Konsultan kedokteran dari Royal Infirmary Edinburgh, Dr. Kenneth Baillie menyebut cara pengobatan baru masih perlu untuk terus dipelajari meski vaksin saat ini sudah mulai ditemukan.

"Vaksin seharusnya mengurangi jumlah kasus Covid secara signifikan, tetapi kemungkinan para dokter di seluruh dunia masih akan merawat pasien-pasien Covid-19 dalam perawatan intensif selama beberapa tahun ke depan, jadi ada kebutuhan mendesak untuk menemukan perawatan baru," kaya Baillie.

Baca juga: Gangguan Kecemasan Bisa Dipicu Faktor Genetik dan Perilaku Orangtua

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X