Hari Ini dalam Sejarah: John Lennon Tewas di Tangan Penggemarnya

Kompas.com - 08/12/2020, 09:03 WIB
Pengunjung tengah melihat-lihat koleksi museum The Beatles Story yang mengisahkan perjalanan kelompok band legendaris asal Liverpool, Inggris, di bawah asuhan John Lennon dan kawan-kawan. Terletak di kawasan Albert Dock, Liverpool L3, situs yang menjadi salah satu warisan dunia UNESCO ini menyimpan berbagai koleksi memorabilia The Beatles. KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTOPengunjung tengah melihat-lihat koleksi museum The Beatles Story yang mengisahkan perjalanan kelompok band legendaris asal Liverpool, Inggris, di bawah asuhan John Lennon dan kawan-kawan. Terletak di kawasan Albert Dock, Liverpool L3, situs yang menjadi salah satu warisan dunia UNESCO ini menyimpan berbagai koleksi memorabilia The Beatles.

KOMPAS. com - Hari ini 40 tahun yang lalu, atau tepatnya 8 Desember 1980, musisi kenamaan John Lennon tewas akibat tembakan yang dilakukan oleh Mark David Chapman.

Vokalis dari band The Beatles ini semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang cerdas dalam membuat lagu.

"Real Love", "Jealous Guy", dan "Imagine" adalah sedikit contoh dari karyanya.

Baca juga: Mengenang Kurt Cobain, Ikon Musik Rock Modern

Penembakan terjadi saat penyanyi yang juga aktivis perdamaian itu memasuki gedung apartemen mewahnya di Manhattan, New York City.

 

Yang menimbulkan keprihatinan adalah, sosok Chapman (25) yang menembakkan peluru pada tubuh Lennon ternyata tidak lain adalah penggemar beratnya sendiri.

Dikutip dari Biography, dalam sebuah wawancara bersama majalah musik Rolling Stone tiga hari sebelum kematiannya, atau 5 Desember 1980, Lennon membagikan seuntai pesan bijak.

"Beri perdamaian sebuah kesempatan, jangan tembak orang atas nama perdamaian. Semua yang kita butuhkan adalah kasih sayang. Saya percaya itu," kata Lennon.

Baca juga: Mengenang Profesor Drum Neil Peart...

Sesi wawancara

John Winston Lennon, musisi dan salah satu pentolan grup band The Beatles.ENCYCLOPEDIA BRITANNICA / PRNEWSFOTO / AP IMAGES John Winston Lennon, musisi dan salah satu pentolan grup band The Beatles.

Di hari kematian itu tiba, Lennon masih menjalani hari-harinya sebagai seorang bintang. Normal saja.

Pukul 11.00 ia menjalani sesi pemotretan untuk sampul majalah Rolling Stone bersama sang istri.

Satu jam kemudian, Paul Goresh yang merupakan teman dari Lennon mengobrol basa-basi dengan seorang asing yang menunggu di luar lokasi pemotretan. Orang asing itu ternyata adalah Chapman.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Diluncurkan di Eropa, Bagaimana Sejarah Xbox?

Chapman mengaku datang dari Hawaii dan sedang menunggu keluarnya Lennon dari gedung dengan harapan bintang pujaannya akan menandatangani fisik album "Double Fantasy" yang ia bawa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X