RS Ummi, MER-C, dan Misteri Hasil Swab Test Rizieq Shihab

Kompas.com - 07/12/2020, 06:45 WIB
Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat. KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANRumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat.

BARU saja pulang, pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sudah banyak menabur banyak keriuhan. Mulai dari kerumunan penyambutan di Bandara Soekarno Hatta, acara Maulid, hingga pengadangan polisi yang ingin meyerahkan surat panggilan di Petamburan, Jakarta Pusat.

Yang terakhir adalah keriuhan di RS Ummi, Bogor, Jawa Barat. Isunya adalah soal hasil tes usap Rizieq yang rahasia.

Misteri hasil tes usap Rizieq

Wali Kota Bogor Bima Arya sampai harus beberapa kali datang ke RS Ummi di kawasan Empang, Bogor, Jawa Barat.

"Awalnya saya datang dikatakan Habib Rizieq siap diperiksa swab test (tes usap) Covid. Saya lalu kembali. Setelah saya datang untuk cek lagi, ternyata swab sudah dilakukan oleh Tim MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), tapi hasilnya Satgas Covid-19 Kota Bogor tidak diberikan!" kata Bima kepada saya di Program AIMAN, Kompas TV yang tayang Senin (7/12/2020), pukul 20.00.

"Kalau seperti ini tidak tahu apakah hasilnya bisa valid, di lab (laboratorium) mana? Oleh karenanya saya meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk melakukan swab ulang terhadap Habib Rizieq!" Bima menambahkan.

Saya bertanya kepada Bima, kenapa ia begitu kekeuh mengejar kejelasan hasil swab Rizieq.

"Jangan-jangan Anda sudah mendapat informasi, Habib Rizieq positif Covid?" tanya saya.

Bima Arya menjawab, "Tidak ada yang tahu. Tapi, kalau negatif kenapa tidak disampaikan saja. Sebaliknya kalau positif kita bisa menyelamatkan banyak orang dengan pelacakan yang bisa kita lakukan bersama!"

Sampai saat ini Satgas Covid-19 Kota Bogor yang diketuai Bima Arya belum mendapat laporan soal hasil tes usap Rizieq. Padahal, Rizieq merupakan ODP, orang dalam pemantauan.

"Dengan asumsi yang bersangkutan adalah ODP. Kenapa kita bilang ODP? Karena yang bersangkutan dari klaster Petamburan. Ada 34 yang positif. Maka, kita minta kepada yang bersangkutan melakukan swab," demikian disampaikan Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas COVID-19 Kota Bogor Agustian Syah saat bertemu dengan wartawan di Bogor, Sabtu lalu (28/11/2020).

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9.303 Peserta Gugur di Hari Pertama dan Kedua UTBK, Apa Sebabnya?

9.303 Peserta Gugur di Hari Pertama dan Kedua UTBK, Apa Sebabnya?

Tren
Viral Unggahan Gerombolan Pemuda Disebut Kebut-kebutan di Jalanan Kota Klaten, Kini Diburu Polisi

Viral Unggahan Gerombolan Pemuda Disebut Kebut-kebutan di Jalanan Kota Klaten, Kini Diburu Polisi

Tren
Vaksin Nusantara Abaikan Saran BPOM, Epidemiolog Ingatkan Bahayanya

Vaksin Nusantara Abaikan Saran BPOM, Epidemiolog Ingatkan Bahayanya

Tren
Denmark Hentikan Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Secara Total

Denmark Hentikan Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Secara Total

Tren
Jaga Selalu Kebersihan Rongga Mulut agar Tak Mual Selama Puasa

Jaga Selalu Kebersihan Rongga Mulut agar Tak Mual Selama Puasa

Tren
Apakah Ada Passing Grade untuk SKD Sekolah Kedinasan? Ini Jawaban BKN

Apakah Ada Passing Grade untuk SKD Sekolah Kedinasan? Ini Jawaban BKN

Tren
Layanan Penukaran Uang untuk Lebaran Dibuka hingga 11 Mei 2021, Tidak Melayani Perorangan

Layanan Penukaran Uang untuk Lebaran Dibuka hingga 11 Mei 2021, Tidak Melayani Perorangan

Tren
Makan Sahur Setelah Imsak, Batalkah Puasanya? Ini Penjelasan MUI

Makan Sahur Setelah Imsak, Batalkah Puasanya? Ini Penjelasan MUI

Tren
Tips Jaga Pola Makan pada Bulan Puasa

Tips Jaga Pola Makan pada Bulan Puasa

Tren
Beredar Kabar Maskapai Citilink Berhenti Terbang Mulai 6-17 Mei, Benarkah?

Beredar Kabar Maskapai Citilink Berhenti Terbang Mulai 6-17 Mei, Benarkah?

Tren
Simak, Ini Syarat Mengajukan BLT UMKM Rp 1,2 Juta dan Cara Cek Penerima di eform.bri.co.id

Simak, Ini Syarat Mengajukan BLT UMKM Rp 1,2 Juta dan Cara Cek Penerima di eform.bri.co.id

Tren
Pencegahan dan Penanganan Sakit Gigi Selama Puasa

Pencegahan dan Penanganan Sakit Gigi Selama Puasa

Tren
Berkaca dari Kasus Gay di Thailand, Mengapa Netizen Gemar Nyinyir dan Komentar Negatif di Jagat Maya?

Berkaca dari Kasus Gay di Thailand, Mengapa Netizen Gemar Nyinyir dan Komentar Negatif di Jagat Maya?

Tren
Ingin Tinggal Lebih Lama di Indonesia? Begini Cara Mengajukan Visa Onshore via Online

Ingin Tinggal Lebih Lama di Indonesia? Begini Cara Mengajukan Visa Onshore via Online

Tren
Update Sekolah Kedinasan: 5 Instansi Pelamar Terbanyak dan 7 Tahap Penerimaannya

Update Sekolah Kedinasan: 5 Instansi Pelamar Terbanyak dan 7 Tahap Penerimaannya

Tren
komentar
Close Ads X