Tanpa Sembelih Hewan, Perusahaan Ini Buat Daging Ayam di Laboratorium

Kompas.com - 05/12/2020, 19:15 WIB
Ilustrasi daging ayam organik. SHUTTERSTOCK/NATALI_PLOSKAYAIlustrasi daging ayam organik.

KOMPAS.com - Singapore Food Agency sebagai pengawas peredaran produk makanan di Singapura telah menyetujui penjualan daging ayam yang diproduksi di bioreaktor oleh Eat Just, perusahaan asal AS. 

Berbeda dengan daging pada umumnya, produk daging ayam tersebut dihasilkan tanpa menyembelih hewan. 

Melansir CNN.com (2/12/2020), daging ayam tersebut tidak berasal dari pemotongan ayam pada umumnya, melainkan diambil dari sel-sel hewan yang ditanam dalam bioreaktor berkapasitas 1.200 liter.

Untuk mendapatkan sel hewan tidak perlu memotong ayam karena bisa diambil dari biopsi hewan hidup.

Setelah itu, sel hewan tersebut dikombinasikan dengan bahan-bahan nabati untuk memberikan suplai nutrisi pada "calon daging" di sebuah media tanam, hingga berkembang sel-sel baru yang menjadi daging ayam.

Baca juga: Singapura Jadi Negara Pertama yang Setujui Produksi Daging Ayam Laboratorium

Rekayasa laboratorium

Selain Eat Just, terdapat perusahaan lain yang juga memiliki produksi makanan hasil rekayasa laboratorium. Beberapa di antaranya adalah supermeat.com, Memphis Meats, Mosa Meat, dan Aleph Farms.

Upaya merekayasa daging dari sel hewan ini diawali oleh Prof. Mark Post, akademisi dari Maastricht University, Belanda yang mengembangkan daging burger pada 2013.

Daging hasil rekayasa laboratorium tersebut dikembangkan oleh para ilmuwan untuk mengurangi dampak industri peternakan terhadap lingkungan. 

Selain itu, para ilmuwan juga memperhatikan bahwa industri peternakan juga melakukan kekejaman. Terdapat sekitar 130 juta ayam dan 4 juta babi yang disembelih setiap harinya.

Bagi sebagian orang yang ingin meminimalisir dampak lingkungan dari industri peternakan dan menghindari kekejaman terhadap hewan, mereka beralih menjadi vegan.

Akan tetapi, tidak semua orang tertarik dengan gaya hidup vegan. Oleh karena itu, Eat Just menawarkan solusi dengan memproduksi daging hasil rekayasa laboratorium yang memiliki tingkat kebersihan lebih baik daripada daging biasa.

Baca juga: 5 Cara Menyimpan Daging di Dalam Kulkas dengan Benar

Diklaim lebih bersih

Dikutip dari The Guardian (30/4/2018), daging hasil rekayasa laboratorium ini dapat  lebih bersih dari daging biasa karena terhindar dari bakteri yang mungkin berasal dari kotoran hewan dan obat-obatan seperti antibiotik yang seringkali dikonsumsi oleh hewan ternak.

Josh Tetrick dari Eat Just mengungkapkan bahwa daging ayam produksi perusahaannya memiliki rasa dan gizi yang setara dengan daging pada umumnya.  

Inovasi baru ini tentu saja harus berhadapan dengan pasar daging konvensional yang jauh lebih murah dan mudah ditemukan di pasaran. Akan tetapi, dengan meningkatnya jumlah produksi, maka harga daging hasil rekayasa laboratoium ini dapat menjadi jauh lebih murah.

Baca juga: 3 Tips Menjaga Berat Badan di Rumah Selama Pandemi Corona


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X