Anjing Terlatih Bisa Mendeteksi Virus Corona

Kompas.com - 05/12/2020, 15:13 WIB
Anggota Unit Satwa K9 Polda Metro Jaya melatih anjing untuk menangkap pelaku kejahatan narkotika, di Mako Satwa Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (29/06/2018). Kegiatan latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan satwa anjing atau satwa K9 dalam melakukan pengamanan serta melacak keberadaan bahan peledak (handak), narkotika, dan pemecah massa. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIAnggota Unit Satwa K9 Polda Metro Jaya melatih anjing untuk menangkap pelaku kejahatan narkotika, di Mako Satwa Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (29/06/2018). Kegiatan latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan satwa anjing atau satwa K9 dalam melakukan pengamanan serta melacak keberadaan bahan peledak (handak), narkotika, dan pemecah massa.

DI masa pagebluk Corona, bandara internasional Dubai sebagai satu di antara bandara tersibuk di dunia menugaskan para anjing terlatih sebagai pendeteksi virus Corona untuk menyambut para penumpang pesawat terbang dari segenap pelosok planet bumi yang datang berkunjung ke Uni Emirat Arab.

Anjing terlatih mendeteksi virus Corona juga telah ditugaskan di bandara internasional Helsinksi dan Beirut.

Anjing

Daya cium anjing yang memang luar biasa sudah terbukti berhasil didayagunakan untuk mendeteksi narkoba bahkan bahan peledak maka jelas juga potensial untuk dilatih untuk mendeteksi virus Corona.

Secara empiris sudah terbukti pula bahwa pendayagunaan anjing terlatih juga potensial bukan hanya melengkapi namun juga mengurangi beban biaya mahal metode dan peralatan test virus Corona seperti RNA-amplification technique PCR.

Pada 3 November 2020, berbagai kelompok riset telah menyelenggarakan workshop online bersama International K9 Team untuk membahas penugasan para anjing terlatih untuk mendeteksi virus Corona.

DR Holger Volk sebagai veterinarian neurologis dari University of Veterinary Medicine Hannover, Jerman menyatakan bahwa “No one is saying they can replace a PCR machine, but they could be very promising”.

Memang anjing jauh lebih unggul ketimbang manusia dalam hal daya cium sebab sementara manusia memiliki sekitar 5 juta namun anjing memiliki lebih dari 300 juta reseptor cium.

Berdasar hasil riset etologis, naluri tajam anjing terlatih mampu mendeteksi pola tertentu volatile organic compounds manusia yang sedang menderita penyakit termasuk terpapar virus Corona.

Indonesia

Adalah Prof DR drh Chairul Anwar Nidom sebagai Ketua Tim Riset Korona dan Formulasi Vaksin PNF serta Guru Besar Bio Kimia dan Biomolekular yang telah menyelenggarakan webinar tentang potensi peran anjing terlatih dalam perang melawan virus Corona.

Sebagai seorang dokter hewan merangkap Guru Besar Biomolekular serta Ketua Tim Riset virus Corona, dapat diyakini, Prof Nidom adalah tokoh ilmuwan Indonesia yang paling berkompeten untuk berbicara tentang anjing terlatih sebagai pendeteksi virus Corona.

Seyogianya apa yang diungkapkan Prof Nidom dapat diperhatikan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kepolisian Republik Indonesia serta Tentara Nasional Indonesia untuk meninjau kemungkinan menugaskan para anjing terlatih mendeteksi virus Corona di bandara, hotel, mall, gelanggang olahraga dan lokasi-lokasi di mana masyarakat lazim berkerumun.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X