NASA Beli Sampel Material Bulan Mulai dari Harga 1 Dollar AS

Kompas.com - 04/12/2020, 14:02 WIB
Ilustrasi misi ke Bulan. NASA kembali menemukan bukti keberadaan air di permukaan Bulan. Penemuan air ini menjadi harapan untuk mewujudkan pangkalan bulan. NASAIlustrasi misi ke Bulan. NASA kembali menemukan bukti keberadaan air di permukaan Bulan. Penemuan air ini menjadi harapan untuk mewujudkan pangkalan bulan.

KOMPAS.com - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) melakukan kontak dengan empat perusahaan swasta untuk mengumpulkan sampel material Bulan.

Sampel material Bulan tersebut nantinya akan dihargai mulai dari 1 hingga 15.000 dollar AS.

Angka itu merupakan harga terendah untuk menjadi preseden dalam eksplorasi sumber daya ruang angkasa di masa depan oleh sektor swasta.

"Saya pikir sungguh menakjubkan bahwa kami dapat membeli material Bulan dari empat perusahaan dengan total 25.001 dollar AS," kata Direktur Divisi Penerbangan Luar Angkasa Komersial NASA Phil McAlister dilansir AFP, Jumat (4/11/2020).

Keempat perusahaan tersebut adalah Lunar Outpost of Golden Colorado sebesar 1 dollar AS, Ispace Jepang seharga 5.000 dollar AS, Ispace Europe of Luxembourg seharga 5.000 dollar AS, dan Masten Space System of Mojave California sehara 15.000 dollar AS.

Perusahaan berencana melakukan pengumpulan material dalam misi tak berawak yang dijadwalkan ke Bulan pada tahun 2022 dan 2023.

Baca juga: Wahana Antariksa China Kirim Foto Berwarna dari Bulan, Begini Rupanya

Mereka akan mengumpulkan sejumlah kecil material tanah Bulan yang dikebal sebagai regolith.

Kepemilikan tanah Bulan kemudian akan ditransfer ke NASA. Ini akan menjadi satu-satunya barang milik NASA yang digunakan di bawah program Artemis.

Di bawah program Artemis, NASA berencana mendaratkan seorang pria dan wanita di Bulan pada 2024.

Mereka nantinya akan meletakkan dasar untuk eksplorasi berkelanjutan dan misi akhirnya ke Mars.

"Kami pikir sangat penting untuk menetapkan preseden yang dapat diekstraksi oleh entitas sektor swasta," kata pejabat administrator Asosiasi NASA untuk Hubungan Internasional dan Antarlembaga Mike Gold.

"Tetapi NASA dapat membeli dan memanfaatkannya untuk tidak hanya mendorong aktivitas NASA, tetapi juga era baru dari pengembangan dan eksplorasi Bulan oleh publik dan swasta," tambahnya.

Baca juga: NASA Ambil Sampel Asteroid dari Luar Angkasa untuk Dibawa ke Bumi

Menurut dia, pelajaran apa pun yang didapat dari Bulan akan sangat penting bagi misi ke Mars.

"Misi manusia ke Mars akan lebih menuntut dan menantang daripada operasi Bulan kami, itu mengapa sangat penting untuk belajar dari pengalaman kami di Bulan dan menerapkan pelajaran tersebut ke Mars," jelas dia.

"Kami ingin menunjukkan secara eksplisit bahwa Anda dapat mengekstraksi, Anda dapat memanfaatkan sumber daya, dan bahwa kami akan melakukan aktivitas tersebut sesuai sepenuhnya dengan Perjanjian Luar Angkasa," sambungnya.

Gold menuturkan hal itu sangat penting bagi Amerika Serikat, tidak hanya dalam urusan teknologi, tetapi juga dalam hal kebijakan.

Baca juga: Pertama Kalinya, Astronot NASA Panen Lobak di Stasiun Luar Angkasa

Sebelumnya, China telah sukses mendaratkan robot Chang'e 5 ke Bulan pada Selasa (2/12/2020).

Pendaratan itu dilakukan di dekat Monsk Rimker di Oceanus Procellarum atau Samudra Badai, wilayah luas berwarna gelap di sisi dekat Bulan.

Misi tersebut bertujuan untuk membawa kembali sampel dari Bulan dan akan dipelajari di Bumi. Diharapkan, robot tersebut dapat mengumpulkan sekitar 2 kilogram material Bulan.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai soal Pusaran Angin di Waduk Gajah Mungkur, Ini Penjelasan Mengenai Puting Beliung dan Waterspout

Ramai soal Pusaran Angin di Waduk Gajah Mungkur, Ini Penjelasan Mengenai Puting Beliung dan Waterspout

Tren
4 Daerah Berikut Laporkan Penuhnya Ruang Perawatan Pasien Covid-19, Mana Saja?

4 Daerah Berikut Laporkan Penuhnya Ruang Perawatan Pasien Covid-19, Mana Saja?

Tren
Viral Video Pohon Berasap di Kota Bandung, Bagaimana Ceritanya?

Viral Video Pohon Berasap di Kota Bandung, Bagaimana Ceritanya?

Tren
Berikut Negara-negara yang Menyetujui Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Lawan Covid-19, Mana Saja?

Berikut Negara-negara yang Menyetujui Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Lawan Covid-19, Mana Saja?

Tren
Daftar 108 Daerah Berstatus Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Jawa Tengah Masih Tertinggi

Daftar 108 Daerah Berstatus Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Jawa Tengah Masih Tertinggi

Tren
60 Negara Melaporkan Strain Baru Virus Corona Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

60 Negara Melaporkan Strain Baru Virus Corona Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Update Corona di Dunia 21 Januari 2021: 97,2 Juta Kasus, 2,08 Juta Orang Meninggal | Rekor Kasus Covid-19 Harian dan Kematian di Portugal

Update Corona di Dunia 21 Januari 2021: 97,2 Juta Kasus, 2,08 Juta Orang Meninggal | Rekor Kasus Covid-19 Harian dan Kematian di Portugal

Tren
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini Cara Selamatkan Diri Menurut BNPB

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini Cara Selamatkan Diri Menurut BNPB

Tren
Ramai soal Waterspout di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Apa Penyebabnya?

Ramai soal Waterspout di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Apa Penyebabnya?

Tren
Video Viral Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur, Ini Penjelasan Lengkap BMKG...

Video Viral Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur, Ini Penjelasan Lengkap BMKG...

Tren
Calon Kapolri Listyo Sigit Akan Hidupkan Pam Swakarsa, Pengamat: Potensi Penyalahgunaan Wewenang

Calon Kapolri Listyo Sigit Akan Hidupkan Pam Swakarsa, Pengamat: Potensi Penyalahgunaan Wewenang

Tren
Cek Aplikasi InaRisk BNPB untuk Ketahui Risiko Bencana hingga Pandemi

Cek Aplikasi InaRisk BNPB untuk Ketahui Risiko Bencana hingga Pandemi

Tren
Studi Temukan Wanita di Italia Terinfeksi Covid-19 pada November 2019

Studi Temukan Wanita di Italia Terinfeksi Covid-19 pada November 2019

Tren
[POPULER TREN] Video Viral Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur | Ramai Tanda 'S.O.S' di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

[POPULER TREN] Video Viral Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur | Ramai Tanda "S.O.S" di Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air

Tren
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini Penjelasan BMKG

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini Penjelasan BMKG

Tren
komentar
Close Ads X