Hampir Satu Tahun, Asal-Usul Virus Corona Masih Menjadi Misteri

Kompas.com - 01/12/2020, 17:54 WIB
Seorang petugas medis dari Provinsi Jilin menangis sebelum pergi dalam sebuah acara perpisahan di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut. AFP/HECTOR RETAMALSeorang petugas medis dari Provinsi Jilin menangis sebelum pergi dalam sebuah acara perpisahan di Bandara Tianhe yang baru dibuka kembali di Wuhan, Hubei, China, Rabu (8/4/2020). Ribuan orang bergegas meninggalkan Wuhan setelah otoritas mencabut kebijakan lockdown selama lebih dari dua bulan di lokasi yang diketahui sebagai episenter awal virus corona tersebut.

KOMPAS.com - Saat sejumlah ilmuwan berlomba menemukan vaksin Covid-19, peneliti lain masih menyelidiki asal-usul virus corona yang masih menjadi misteri besar.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah membentuk tim internasional yang terdiri dari 10 ilmuwan untuk melacak asal-usul Covid-19.

Mereka harus menyelidiki hewan yang dicurigai dan bagaimana pasien pertama kali terinfeksi.

"Kami ingin mengetahui asal-usulnya dan kami akan melakukan segalanya untuk mengetahuinya," kata Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari AFP, Selasa (1/12/2020).

Sumber penyebaran

Kasus pertama dilaporkan di Kota Wuhan, China, hampir setahun yang lalu, sebelum negara-negara di seluruh dunia mulai mencatatkan kasus infeksi.

WHO menyebutkan, kasus pertama di Wuhan diyakini terjadi sejak awal Desember 2019.

"Akan tetapi, di mana epidemi pertama kali terdeteksi tidak selalu mencerminkan di mana itu dimulai," jelas Tedros.

Dalam beberapa bulan terakhir, para peneliti di berbagai negara telah menyarankan bahwa kasus mungkin tidak diketahui jauh sebelum Desember 2019.

Ini diketahui berdasarkan analisis air limbah atau sambel darah. Namun, belum ada bukti yang jelas untuk mendukung klaim itu.

Dengan mengandalkan analisis genetik, peneliti lebih memahami dinamika penularan, terutama bagaimana virus mungkin telah berevolusi dari waktu ke waktu.

Baca juga: Bukan China, Berikut 3 Negara yang Disebut Jadi Tempat Asal Virus Corona

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X