Catatan Erupsi Gunung Semeru 30 Tahun Terakhir

Kompas.com - 01/12/2020, 16:04 WIB
Gunung Semeru saat mengeluarkan awan panas guguran, Jumat (17/4/2020) pagi. Dok. TNBTSGunung Semeru saat mengeluarkan awan panas guguran, Jumat (17/4/2020) pagi.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi pada Selasa (1/12/2020) mulai pukul 01.23 WIB. Guguran awan panas meluncur hingga jarak 11 kilometer dari kawah.

Status aktivitas Gunung Semeru sejak 2 Mei 2012 berada pada level II atau waspada.

Gunung bertipe strato dengan puncak tertinggi Mahameru mempunyai kawah Jonggring Seloko yang terletak di sebelah tenggara puncak. Kawah tersebut terbentuk sejak 1912.

Melansir situs resmi PVMBG, secara umum letusan gunung berketinggian 3.676 mdpl ini bertipe vulkanian dan strombolian, yaitu penghancuran kubah lava dan pembentukan kubah lava yang baru.

Penghancuran kubah lava mengakibatkan pembentukan awan panas guguran, yang menjadi karakteristik Gunung Semeru.

Baca juga: Gunung Semeru Meletus Selasa Dini Hari

Pengamatan yang dilakukan selama 1 Oktober hingga 30 November 2020, erupsi Gunung Semeru terus terjadi. Erupsi menghasilkan kolom abu dengan tinggi maksimum 500 meter di atas kawah.

Adapun, guguran batuan dari arah puncak terjadi tidak menerus sejak 19 Oktober 2020.

Kenaikan jumlah guguran secara signifikan dan diikuti awan panas dengan jarak luncur maksimum 1.000 m terjadi pada 28 November 2020.

Lantas, bagaimana sejarah erupsi Gunung Semeru?

Gunung Semeru telah berulang kali mengalami erupsi. Letusan yang pertama kali tercatat terjadi sekitar 200 tahun lalu, tepatnya 8 November 1818.

Baca juga: Gunung Semeru Meletus, Warga Berbondong-bondong Mengungsi

Berikut catatan erupsi yang terjadi pada Gunung Semeru selama 30 tahun terakhir:

  • 1990

Pada November hingga Desember 1990, terjadi guguran kubah lava yang menghasilkan awan panas. Kala itu, kubah kawah Jonggring Seloko terbuka hingga saat ini.

  • 1992

Terjadi letusan stromboli dengan pembentukan kubah lava dan lidah lava sepanjang 1,5km dari kawah pada bulan November hingga Desember.

  • 1994: 2 Februari-15 Februari

- 2 Februari 1994, terjadi 9 kali letusan yang mengeluarkan asap putih tebal dengan ketinggian 500 meter. Sleain itu, tercatat ada 34 kali guguran lava ke arah Besuk Kembar sejauh 1 km.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahaya Produk Makeup Kedaluwarsa, Berikut Cara Cek Tanda-tandanya...

Bahaya Produk Makeup Kedaluwarsa, Berikut Cara Cek Tanda-tandanya...

Tren
Viral Foto Wajah Bengkak karena Makeup Expired, Ini Kisahnya dan Penjelasan Dokter

Viral Foto Wajah Bengkak karena Makeup Expired, Ini Kisahnya dan Penjelasan Dokter

Tren
FaceApp Viral di Tiktok Bisa Ubah Wajah, Apakah Aman Digunakan?

FaceApp Viral di Tiktok Bisa Ubah Wajah, Apakah Aman Digunakan?

Tren
Viral, Video Detik-detik Bus di Temanggung Terguling Setelah Hindari Pengendara Sepeda Motor

Viral, Video Detik-detik Bus di Temanggung Terguling Setelah Hindari Pengendara Sepeda Motor

Tren
4 Poin Penting soal Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dari Penerima hingga Manfaatnya

4 Poin Penting soal Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dari Penerima hingga Manfaatnya

Tren
Ramai Twit Viral Kristen Gray soal Bali, Ditjen Imigrasi: Dia Punya Izin Tinggal

Ramai Twit Viral Kristen Gray soal Bali, Ditjen Imigrasi: Dia Punya Izin Tinggal

Tren
[HOAKS] Mamuju Harus Dikosongkan karena Akan Ada Gempa Lebih Besar dan Tsunami

[HOAKS] Mamuju Harus Dikosongkan karena Akan Ada Gempa Lebih Besar dan Tsunami

Tren
BLT Subsidi Gaji Tidak Tersalurkan 100 Persen, Ini Kendala dan Kabar Penyaluran Tahun 2021

BLT Subsidi Gaji Tidak Tersalurkan 100 Persen, Ini Kendala dan Kabar Penyaluran Tahun 2021

Tren
Vaksinasi Covid-19, Harapan, dan Pijakan Kaki

Vaksinasi Covid-19, Harapan, dan Pijakan Kaki

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Gayus Tambunan Divonis 7 Tahun Penjara

Hari Ini dalam Sejarah: Gayus Tambunan Divonis 7 Tahun Penjara

Tren
Update Covid-19 di Dunia 19 Januari: 95 Juta Kasus | WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral'

Update Covid-19 di Dunia 19 Januari: 95 Juta Kasus | WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral"

Tren
Terjadi Bencana di Sulbar dan Kalsel, Bagaimana Program Vaksinasi di Sana?

Terjadi Bencana di Sulbar dan Kalsel, Bagaimana Program Vaksinasi di Sana?

Tren
Berhati-hatilah di Saat Pegang Palu Kekuasaan

Berhati-hatilah di Saat Pegang Palu Kekuasaan

Tren
Menurut WHO, Ini 3 Alasan Penting Mengetahui Asal-Usul Virus Corona

Menurut WHO, Ini 3 Alasan Penting Mengetahui Asal-Usul Virus Corona

Tren
Penting Disimak, Ini yang Perlu Disiapkan Jika Terjadi Bencana Alam

Penting Disimak, Ini yang Perlu Disiapkan Jika Terjadi Bencana Alam

Tren
komentar
Close Ads X