Epidemiolog: Kasus Corona di Indonesia Masih Akan Terus Naik, Ini Alasannya

Kompas.com - 30/11/2020, 15:55 WIB
Update corona indonesia 30 November 2020 screenshootUpdate corona indonesia 30 November 2020

KOMPAS.com - Kasus infeksi virus corona di Indonesia masih terus dilaporkan. Bahkan, kasus baru harian yang tercatat mencapai rekor lebih dari 6.000 kasus positif Covid-19 pada 29 November 2020.

Sejak diumumkan secara resmi pada 2 Maret lalu hingga 30 November 2020 pukul 15.51 WIB, kasus terkonfirmasi positif di Indonesia tercatat sebanyak 538.883 kasus. 

Tren laporan kasus harian di Indonesia sempat mengalami penurunan di pekan terakhir Oktober. Namun jumlahnya kembali melonjak di pekan-pekan pertama November. 

Hingga di pekan terakhir November grafiknya masih terus melonjak. 

Baca juga: UPDATE: Bertambah 4.617, Kasus Covid-19 Indonesia Kini Capai 538.883

Masih akan tinggi

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman menyebutkan, masih tingginya kasus Covid-19 di Tanah Air disebabkan rendahnya testing, tracing, dan isolasi/karantina.

"Sebenarnya estimasi kasus harian di Indonesia, berdasarkan pemodelan epidemi, yang terendah estimasinya 10.000 (kasus baru harian)," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/11/2020).

Ia menegaskan, pemodelan tersebut akurat dan telah terbukti di negara yang kapasitas testing tracing-nya memadai.

"(Negara yang testing tracing-nya memadai) itu umumnya mereka mencapai estimasi terendahnya," ujar dia.

Dicky menuturkan, Indonesia perlu melakukan perencanaan strategi yang tepat. Pemerintah, harus menambah dan memperluas cakupan testing, tracing, yang kemudian dilanjutkan dengan isolasi/karantina.

"Saat ini, katakanlah kemarian hanya 6.000 (kasus baru), itupun dilakukan dalam situasi cakupan testing yang belum berubah. Artinya ini menunjukkan proses yang semakin serius dalam situasi pandemi di Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Indonesia Catat Rekor Harian Kasus Covid-19, Bagaimana Kondisi Negara Asia Tenggara Lainnya?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erupsi Gunung Merapi, Luncurkan 36 Kali Awan Panas dalam 14 Jam

Erupsi Gunung Merapi, Luncurkan 36 Kali Awan Panas dalam 14 Jam

Tren
Virus Nipah: Gejala, Masa Inkubasi, Cara Penularan dan Pencegahannya

Virus Nipah: Gejala, Masa Inkubasi, Cara Penularan dan Pencegahannya

Tren
[KLARIFIKASI] Foto Jalan Tertimbun Materi Longsor di Cikijing, Majalengka

[KLARIFIKASI] Foto Jalan Tertimbun Materi Longsor di Cikijing, Majalengka

Tren
Kapolri Wacanakan Penghapusan Tilang di Jalan, Ini Kata Pengamat Transportasi

Kapolri Wacanakan Penghapusan Tilang di Jalan, Ini Kata Pengamat Transportasi

Tren
Simak, Apa Saja Syarat Kenaikan Pangkat Prajurit TNI?

Simak, Apa Saja Syarat Kenaikan Pangkat Prajurit TNI?

Tren
Penyebab Suara Ledakan di Ibu Kota Arab Saudi, Diduga Serangan Misil

Penyebab Suara Ledakan di Ibu Kota Arab Saudi, Diduga Serangan Misil

Tren
Vaksin Covid-19 Diberikan 2 Dosis, Bisakah Disuntik 2 Merek Vaksin Berbeda?

Vaksin Covid-19 Diberikan 2 Dosis, Bisakah Disuntik 2 Merek Vaksin Berbeda?

Tren
Mengapa Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 1 Juta? Ini Kata Epidemiolog

Mengapa Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 1 Juta? Ini Kata Epidemiolog

Tren
Sesar Lembang Dipantau sejak 1963, Simak Penjelasan Lengkap BMKG

Sesar Lembang Dipantau sejak 1963, Simak Penjelasan Lengkap BMKG

Tren
BPOM Buka Lowongan untuk 4 Posisi, Fresh Graduate Bisa Mendaftar, Ini Syarat dan Berkas yang Diperlukan

BPOM Buka Lowongan untuk 4 Posisi, Fresh Graduate Bisa Mendaftar, Ini Syarat dan Berkas yang Diperlukan

Tren
Berkaca dari Kasus Artis TikTok di Madiun, Mengapa Para Remaja Cenderung Abai Prokes Saat Kasus Covid-19 Terus Meningkat?

Berkaca dari Kasus Artis TikTok di Madiun, Mengapa Para Remaja Cenderung Abai Prokes Saat Kasus Covid-19 Terus Meningkat?

Tren
Tembus Lebih dari 1 Juta Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia?

Tembus Lebih dari 1 Juta Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia?

Tren
Ancam Hengkang dari Australia, Google Pernah Bermasalah dengan 4 Negara Ini

Ancam Hengkang dari Australia, Google Pernah Bermasalah dengan 4 Negara Ini

Tren
[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

Tren
Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Tren
komentar
Close Ads X