30 November, Terjadi Gerhana Bulan Penumbra Terakhir pada Tahun Ini

Kompas.com - 27/11/2020, 10:02 WIB
Penampakan bulan purnama Strawberry Moon saat berlangsung gerhana bulan penumbra, terlihat di atas langit Kota Pelabuhan Basra, Irak, Jumat (5/6/2020) malam. Dua fenomena langit, bulan purnama strawberry dan gerhana bulan penumbra, yang jarang terjadi bersamaan ini bisa terlihat di sebagian besar Eropa, Afrika, Asia, Australia, Samudera Hindia, dan Australia. AFP/HUSSEIN FALEHPenampakan bulan purnama Strawberry Moon saat berlangsung gerhana bulan penumbra, terlihat di atas langit Kota Pelabuhan Basra, Irak, Jumat (5/6/2020) malam. Dua fenomena langit, bulan purnama strawberry dan gerhana bulan penumbra, yang jarang terjadi bersamaan ini bisa terlihat di sebagian besar Eropa, Afrika, Asia, Australia, Samudera Hindia, dan Australia.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Masyarakat di Indonesia bisa menyaksikan gerhana bulan penumbra pada 30 November 2020. Gerhana ini menjadi gerhana bulan terakhir di tahun 2020.

Gerhana bulan sebelumnya, yang berasosiasi dengan gerhana bulan pada 30 November, merupakan gerhana bulan penumbra yang terjadi pada 20 November 2002.

Sedangkan gerhana bulan yang akan datang, yang berasosiasi dengan gerhana bulan pada 30 November, adalah gerhana bulan penumbra pada 11 Desember 2038.

Menurut informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), fenomena gerhana bulan penumbra dapat teramati dari seluruh Indonesia, tetapi bergantung dengan waktu terjadinya gerhana.

"Untuk wilayah barat, tidak terlihat karena masih ada Matahari, sehingga cahaya Bulan ketika gerhana sulit terlihat," kata Kepala Sub Bidang Analisis Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Suaidi Ahadi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/11/2020).

Sementara untuk wilayah timur, lanjut Suaidi, kemungkinan baru terlihat saat puncak gerhana menuju akhir gerhana.

Baca juga: Benarkan Gerhana Bulan Sebabkan Banjir Rob, Ini Penjelasan BMKG

Melansir situs resmi BMKG, gerhana bulan merupakan peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.

Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana bulan penumbra terjadi saat posisi bulan-matahari-bumi tidak persis sejajar.

Hal ini membuat bulan hanya masuk ke bayangan penumbra bumi, yang mengakibatkan saat gerhana terjadi, bulan akan terlihat lebih redup dari saat purnama.

Baca juga: Seperti Ini Gerhana Matahari Cincin Terlihat di Aceh, Ketertutupannya Cukup Besar

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X