Ada Potensi Cuaca Ekstrem dalam Sepekan Mendatang, Ini Imbauan BMKG

Kompas.com - 23/11/2020, 06:03 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem, cuaca buruk, peringatan dini cuaca ShutterstockIlustrasi cuaca ekstrem, cuaca buruk, peringatan dini cuaca

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyebutkan, ada potensi cuaca ekstrem dalam sepekan mendatang, 21-27 November 2020.

Hal ini karena adanya sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudera Hindia di barat Bengkulu dan Laut Jawa di selatan Kalimantan.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan, adanya sirkulasi itu akan membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di sejumlah wilayah.

Kondisi ini diprediksi terjadi mulai dari Sumatera Utara hingga perairan barat Bengkulu, Selat Karimata bagian utara, Papua bagian barat hingga Maluku bagian selatan, dan Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata bagian selatan.

Baca juga: Waspada Hujan Disertai Petir di Pulau Jawa, Ini Penjelasan dan Imbauan BMKG...

"Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut," kata Guswanto dalam pernyataan resminya, Sabtu (21/11/2020).

Ia menyebutkan, analisis yang dilakukan BMKG menunjukkan adanya kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam sepekan ke depan dan bisa meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

"Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Indonesia dalam periode sepekan ke depan," kata dia.

Baca juga: Peringatan Potensi Hujan Lebat Akibat MJO, Bagaimana Fenomena Ini Pengaruhi Cuaca?

Oleh karena itu, dalam sepekan ke depan, ada potensi terjadi cuaca ekstrem, hujan lebat disertai kilat/petir, dan angin kencang yang terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.

Prediksi cuaca ekstrem ini terjadi di wilayah Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Barat, Pulau Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, Maluku, dan Pulau Papua.

"Masyarakat diiimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin," kata Guswanto.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Sub Bidang Ikllim Dan Cuaca BMKG, Agie Wandala Putra.

Agie juga mengimbau masyarakat untuk waspada.

"Minta tolong masyarakat bersiap kembali karena intensitas hujan akan kembali meningkat setelah sebelumnya cuaca agak kering dan panas," kata Agie saat dihubungi Minggu (22/11/2020).

Baca juga: Musim Hujan, Ini 7 Sayuran yang Bisa Ditanam di Dalam Ruangan


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolri Wacanakan Penghapusan Tilang di Jalan, Ini Kata Pengamat Transportasi

Kapolri Wacanakan Penghapusan Tilang di Jalan, Ini Kata Pengamat Transportasi

Tren
Simak, Apa Saja Syarat Kenaikan Pangkat Prajurit TNI?

Simak, Apa Saja Syarat Kenaikan Pangkat Prajurit TNI?

Tren
Penyebab Suara Ledakan di Ibu Kota Arab Saudi, Diduga Serangan Misil

Penyebab Suara Ledakan di Ibu Kota Arab Saudi, Diduga Serangan Misil

Tren
Vaksin Covid-19 Diberikan 2 Dosis, Bisakah Disuntik 2 Merek Vaksin Berbeda?

Vaksin Covid-19 Diberikan 2 Dosis, Bisakah Disuntik 2 Merek Vaksin Berbeda?

Tren
Mengapa Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 1 Juta? Ini Kata Epidemiolog

Mengapa Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 1 Juta? Ini Kata Epidemiolog

Tren
Sesar Lembang Dipantau sejak 1963, Simak Penjelasan Lengkap BMKG

Sesar Lembang Dipantau sejak 1963, Simak Penjelasan Lengkap BMKG

Tren
BPOM Buka Lowongan untuk 4 Posisi, Fresh Graduate Bisa Mendaftar, Ini Syarat dan Berkas yang Diperlukan

BPOM Buka Lowongan untuk 4 Posisi, Fresh Graduate Bisa Mendaftar, Ini Syarat dan Berkas yang Diperlukan

Tren
Berkaca dari Kasus Artis TikTok di Madiun, Mengapa Para Remaja Cenderung Abai Prokes Saat Kasus Covid-19 Terus Meningkat?

Berkaca dari Kasus Artis TikTok di Madiun, Mengapa Para Remaja Cenderung Abai Prokes Saat Kasus Covid-19 Terus Meningkat?

Tren
Tembus Lebih dari 1 Juta Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia?

Tembus Lebih dari 1 Juta Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia?

Tren
Ancam Hengkang dari Australia, Google Pernah Bermasalah dengan 4 Negara Ini

Ancam Hengkang dari Australia, Google Pernah Bermasalah dengan 4 Negara Ini

Tren
[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

Tren
Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Tren
Update Corona di Dunia 27 Januari: 100 Juta Kasus | WHO Rilis Pedoman Klinis Terbaru untuk Rawat Pasien Covid-19

Update Corona di Dunia 27 Januari: 100 Juta Kasus | WHO Rilis Pedoman Klinis Terbaru untuk Rawat Pasien Covid-19

Tren
Update Gunung Merapi: Terjadi Guguran Awan Panas 1.200 Meter dan Hujan Abu Tipis di Sejumlah Daerah

Update Gunung Merapi: Terjadi Guguran Awan Panas 1.200 Meter dan Hujan Abu Tipis di Sejumlah Daerah

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Gudang Senjata Militer di Nigeria Meledak, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal

Hari Ini dalam Sejarah: Gudang Senjata Militer di Nigeria Meledak, Lebih dari 1.000 Orang Meninggal

Tren
komentar
Close Ads X