Steker Listrik di Gerbong Kereta Api Bisa untuk Apa Saja?

Kompas.com - 21/11/2020, 15:16 WIB
Calon penumpang kereta api mengenakan masker di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (31/1/2020). PT KAI Daop 1 Jakarta membagikan masker gratis pada calon penumpang dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOCalon penumpang kereta api mengenakan masker di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (31/1/2020). PT KAI Daop 1 Jakarta membagikan masker gratis pada calon penumpang dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona.

KOMPAS.com - Sebuah twit pertayaan terkait kegunaan steker listrik pada kereta api ramai diperbincangkan di media sosial Twitter.

Pertanyaan tersebut dituliskan warganet dengan akun @partokleo pada Jumat (20/11/2020). Hingga Sabtu (21/11/2020), twit tersebut sudah mendapat 977 komentar dan disukai oleh 5,5 ribu akun yang lain.

Dalam twitnya, warganet tersebut menanyakan apakah steker di kereta api bisa digunakan untuk rice cooker

Ia beralasan ingin menghemat saat melakukan perjalanan jarak jauhnya menggunakan kereta api dengan memasak nasi.

Akun @partokleo pun tak luput menandai akun resmi PT KAI, @KAI121.

Baca juga: [HOAKS] Wawancara Catut KAI Minta Video Pelamar Tunjukkan Bagian Tubuh

Twit tersebut pun dibalas oleh admin dari akun @KAI121.

KAI memberikan penjelasan steker listrik di gerbong kereta api tidak bisa digunakan untuk rice cooker.

"Selamat siang. Mohon maaf tidak bisa, stop kontak tersebut hanya diperuntukan untuk barang elektronik seperti Charge Handphone dan Laptop. Trims," jawab akun tersebut di bagian komentar.

Lebih lanjut, dihubungi Kompas.com, VP Public Relations PT KAI Joni Martinus menjelaskan penggunaan steker listrik di dalam gerbong hanya untuk mengisi daya ponsel hingga laptop penumpang.

Baca juga: BPK Soroti Pemborosan Keuangan KAI Sebesar Rp 65,56 Miliar

"Hanya untuk barang elektronik tertentu, seperti charge handphone, power bank, dan laptop. Tidak diperbolehkan untuk rice cooker, hair dryer, magic com, dan lain-lain," kata Joni, Sabtu (21/11/2020).

Saat ditanya mengapa tidak boleh dimanfaatkan untuk keperluan selain pengisian daya alat-alat-alat tersebut, Joni memberikan penjelasannya.

"Enggak sampai jeglek (daya listrik kereta mati), cuma enggak sesuai fungsinya saja. Itu (steker listrik) kan untuk kenyamanan selama perjalanan, bukan untuk kebutuhan sehari-hari," jelas dia.

Meski demikian, Joni mengatakan jika ada penumpang yang diketahui menggunakan steker listrik di luar ketentuan yang sudah ada, yang bersangkutan tidak akan diturunkan dari kereta, sebagaimana diberlakukan bagi penumpang yang melanggar larangan merokok di dalam kereta.

"Diberikan teguran, tidak diturunkan dari atas kereta," pungkasnya.

Baca juga: Viral Video Pria Lewat Jalur Kereta hingga Bergelantungan, Ini Tanggapan KAI 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X