Benarkah Pasien Covid-19 Tanpa Penyakit Bawaan Juga Berisiko Tinggi Alami Kematian?

Kompas.com - 19/11/2020, 20:55 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

KOMPAS.com - Kematian karena Covid-19 di dunia mencapai 1.357.677 orang hingga Kamis (19/11/2020), menurut data Worldometers.

Pasien Covid-19 yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid disebutkan lebih berisiko mengembangkan penyakit parah hingga meninggal dunia.

Akan tetapi, ada juga kasus-kasus pasien Covid-19 yang tak memiliki penyakit bawaan atau non-komorbid.

Baca juga: Mengenal 9 Kandidat Vaksin Virus Corona

Salah satunya seperti dilansir Kompas.com, 13 November 2020, seorang pasien Covid-19 non-komorbid dilaporkan meninggal dunia di Sukabumi, Jawa Barat.

Pasien tersebut sempat menjalani isolasi di rumah sakit beberapa hari. Namun pasien pulang ke rumah atas permintaan sendiri.

Akhirnya pasien kembali dalam kondisi berat pada Kamis, 12 November 2020, dan tidak dapat diselamatkan.

Baca juga: Virus Corona Menular Lewat Droplet dan Airborne, Apa Bedanya?

Lantas, apakah pasien non komorbid juga berisiko meninggal?

Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Bayu Satria Wiratama mengatakan tanpa komorbid juga berisiko meninggal.

"Bisa. Komorbid meningkatkan risiko tapi bukan berarti tanpa komorbid pasti tidak meninggal," kata Bayu kepada Kompas.com, Kamis (19/11/2020).

Lanjutnya, hal itu karena Covid-19 bisa merusak paru-paru, yang akhirnya menurunkan fungsi paru.

Itu adalah salah satu sebabnya.

Baca juga: Benarkah Gunakan Masker Ganggu Kinerja Paru-paru?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X