YouTube Tambah Konten Vaksin Covid-19 di Panel Periksa Fakta

Kompas.com - 19/11/2020, 20:02 WIB
Ilustrasi YouTube cnet.comIlustrasi YouTube

KOMPAS.com - YouTube mulai menambahkan informasi soal vaksin Covid-19 pada panel informasi periksa fakta di bagian video dan pencarian tentang Covid-19. 

Langkah ini dilakukan YouTube dalam rangka memerangi misinformasi seputar Covid-19, utamanya vaksin Covid-19 yang saat ini menunjukkan hasil akhir.

Pfizer pada Rabu (18/11/2020) mengumumkan bahwa tingkat keefektifan vaksin Covid-19 buatannya mencapai 95 persen.

Pengumuman ini menyusul kabar dari Moderna yang menyatakan tingkat keberhasilan vaksinnya sebesar 94,5 persen.

Panel tersebut akan mengarahkan pengguna masuk ke informasi resmi seputar vaksin Covid-19 dari pihak ketiga seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penambahan informasi itu memperkaya panel informasi pemeriksaan fakta di YouTube yang diluncurkan beberapa bulan silam. 

Dikutip dari The Verge, saat ini di Amerika Serikat (AS) panel berisi informasi vaksin Covid-19 sudah muncul dalam pencarian dan di bagian bawah video. Rencananya, peluncuran secara global dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

Seiring perkembangan berbagai vaksin Covid-19, diperkirakan bahwa ahli teori konspirasi anti vaksin akan berupaya mencegah orang divaksinasi.

YouTube diprediksi menjadi vektor utama atas misinformasi semacam ini, yang memungkinkan para ahli teori konspirasi menjangkau pemirsa dengan mudah.

YouTube belum sepenuhnya menangani informasi yang salah (misinformasi) akhir-akhir ini. Perusahaan milik Google itu menolak menghapus video yang menyebarkan kebohongan tentang hasil pemilu AS.

Tindakan ini berbeda dengan Twitter dan Facebook yang lebih aktif memberi label dan menghapus klaim palsu.

Dilansir dari The Economic Times, sebuah studi yang dilakukan di AS dan Inggris baru-baru ini menemukan bahwa teori konspirasi dan misinformasi memicu ketidakpercayaan pada vaksin.

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, teori konspirasi dan misinformasi tentang vaksin Covid-19 berkembang biak di media sosial, termasuk melalui tokoh anti vaksin di YouTube dan video viral yang dibagikan di berbagai platform.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X