Catatkan Rekor Kasus Harian, Jepang Berada pada Kewaspadaan Maksimal

Kompas.com - 19/11/2020, 17:57 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona, Covid-19

Tokyo diperkirakan akan menaikkan tingkat kewaspadaannya ke level tertinggi pada Kamis, tetapi langkah tersebut tidak disertai dengan pembatasan otomatis.

Media lokal memberitakan, Tokyo tidak mungkin meminta penutupan bisnis lebih awal untuk saat ini.

Jepang sejauh ini telah mengambil pendekatan yang relatif longgar terhadap pembatasan virus corona.

Bahkan, meski memberlakukan keadaan darurat nasional pada musim semi lalu, hal itu tidak mewajibkan bisnis untuk tutup atau orang-orang tetap tinggal di rumah.

Sementara itu, jumlah pengujian di Jepang yang disebut meningkat, jumlahnya tetap relatif rendah, yaitu hanya 5.000-6.000 orang diuji sehari di metropolitan Tokyo, rumah bagi hampir 14 juta penduduk.

Namun, Jepang telah melihat wabah yang relatif kecil sejauh ini, dengan hampir 121.000 infeksi dan 1.900 kematian sejak awal pandemi.

Secara ekonomi, Jepang baru saja keluar dari resesi setelah mencatatkan pertumbuhan 5 persen pekan ini.

Pertumbuhan ini didorong oleh kenakan permintaan domestik serta ekspor.

Pada kuartal sebelumnya, Negeri Sakura itu mencatatkan penyusutan ekonomi 8,2 persen, lebih dalam dari perkiraan sebelumnya 7,9 persen.

Baca juga: Jepang Keluar dari Resesi, Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X