Saat Kekebalan terhadap Virus Corona Disebut Bisa Bertahan Bertahun-tahun...

Kompas.com - 18/11/2020, 12:31 WIB
Ilustrasi sistem kekebalan tubuh melawan serangan infeksi dari virus corona, maupun bakteri, jamur, parasit maupun berbagai virus lain. SHUTTERSTOCK/peterschreiber.mediaIlustrasi sistem kekebalan tubuh melawan serangan infeksi dari virus corona, maupun bakteri, jamur, parasit maupun berbagai virus lain.

KOMPAS.com - Penelitian tentang virus corona terus dilakukan oleh peneliti di seluruh dunia. Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah tentang imunitas atau kekebalan terhadap virus ini.

Dikutip The New York Times, Selasa (17/11/2020), menurut penelitian terbaru, kekebalan terhadap virus corona bisa bertahan bertahun-tahun bahkan mungkin puluhan tahun.

Ini dapat menjadi jawaban paling penuh harapan untuk pertanyaan yang telah membayangi rencana vaksinasi yang meluas.

Baca juga: Mengenal 9 Kandidat Vaksin Virus Corona

Menurut data terbaru, delapan bulan setelah infeksi, kebanyakan orang yang telah pulih masih memiliki sel kekebalan yang cukup untuk menangkis virus dan mencegah penyakit.

Tingkat penurunan yang lambat dalam jangka pendek menunjukkan bahwa sel-sel ini dapat bertahan di dalam tubuh untuk waktu yang sangat lama.

Penelitian yang dipublikasikan secara online ini belum pernah ditinjau atau dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Tapi ini adalah studi memori kekebalan yang paling komprehensif dan berjangka panjang hingga saat ini.

“Jumlah memori tersebut kemungkinan akan mencegah sebagian besar orang dari penyakit rawat inap, penyakit parah, selama bertahun-tahun,” kata ahli virologi di La Jolla Institute of Immunology, Shane Crotty, yang memimpin studi baru tersebut.

Baca juga: Selain BLT Gaji Guru Honorer, Ini Sederet Bantuan Pemerintah bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Sel kekebalan

Ilustrasi virus corona, Covid-19Shutterstock Ilustrasi virus corona, Covid-19

Penemuan ini kemungkinan akan melegakan para ahli yang khawatir bahwa kekebalan terhadap virus mungkin berumur pendek dan bahwa vaksin mungkin harus diberikan berulang kali untuk mengendalikan pandemi.

Penelitian ini sesuai dengan temuan baru-baru ini, yaitu orang yang selamat dari SARS-CoV-2 masih membawa sel kekebalan penting tertentu 17 tahun setelah pulih.

Penemuan ini konsisten dengan bukti yang menggembirakan yang muncul dari laboratorium lain.

Baca juga: Profil AstraZeneca, Penyedia 100 Juta Vaksin Corona untuk Indonesia

Para peneliti di University of Washington, yang dipimpin oleh ahli imunologi Marion Pepper, sebelumnya telah menunjukkan bahwa sel-sel "memori" tertentu yang diproduksi setelah terinfeksi virus corona bertahan setidaknya selama tiga bulan di dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang diterbitkan minggu lalu juga menemukan bahwa orang yang telah pulih dari Covid-19 memiliki sel kekebalan pembunuh yang kuat dan protektif bahkan ketika antibodi tidak dapat dideteksi.

Studi ini pada umumnya melukiskan gambaran yang sama.

"Setelah Anda melewati beberapa minggu pertama yang kritis, sisa tanggapannya terlihat cukup konvensional," kata ahli imunologi di Universitas Arizona, Deepta Bhattacharya.

Baca juga: Hari-hari Terburuk Italia dan Spanyol akibat Virus Corona Belum Berakhir

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X