Nostalgia Babak Belur Belajar Matematika

Kompas.com - 17/11/2020, 08:46 WIB
Ilustrasi matematika Ilustrasi matematika

SEBAGAI hiburan pada masa PSBB transisi Corona, saya bernostalgia tentang babak-belur belajar matematika.

Bagi yang tidak butuh hiburan silakan berhenti baca sampai di sini saja. Apabila isi naskah ini membosankan maka tidak menjadi tanggung jawab redaksi Kompas.com mau pun penulis namun sepenuhnya tanggung-jawab pembaca.

Babak belur

Sejak masa kanak-kanak, memang otak saya sudah babak-belur dalam mempelajari apa yang disebut sebagai matematika!

Meski pertanyaan saya tentang “kenapa” tidak sudi dijawab oleh bu guru namun saya tetap patuh untuk menghafal bahwa 2+2=4.

Kemudian saya juga manut ketika bu guru bilang bahwa ternyata 2X2=4 meski sebenarnya diam-diam heran tanpa berani terang-terangan mengaku heran kepada bu guru mengenai jika 2+2=4 yang terbukti sama tapi serupa dengan 2X2=4 lalu buat apa repot bikin tanda plus yang beda dari tanda kali padahal 2x2 mau pun 2+2 toh hasilnya sama-sama sama-dengan 4!

Pasti Gus Dur nyeletuk ”Gitu aja kok repot!”.

Saya lanjut mantuk-mantuk saja ketika bu guru lanjut mengajari saya bahwa 2-2=0 sebab bisa saya buktikan secara nyata dengan meletakkan dua bola bekel di atas meja lalu saya ambil dua bola bekel tersebut maka di atas meja tidak ada bola bekel yang disepakati para matematikawan bahwa tidak ada berarti NIHIL maka disebut sebagai NOL alias 0.

Ternyata 0 berbahaya menimbulkan masalah terbukti menurut bu guru 1+0=1 tetapi sungguh mengejutkan bahwa ternyata 1X0=0!

Mungkin karena akal saya tidak terlalu sehat maka sulit masuk ke akal saya bahwa sesuatu angka jika ditambah nol maka sang angka tetap bertahan sebagai dirinya.

Namun sungguh suatu misteri di ambang takhayul bahwa jika sang angka yang sama dikali nol maka sang angka malih-wujud ikut-ikutan menjadi nol.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X