Mengenal Apa Itu Plak, Karang Gigi, Penyebab dan Cara Mencegahnya...

Kompas.com - 14/11/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi dokter menunjukkan hasil rontgen gigi. ShutterstockIlustrasi dokter menunjukkan hasil rontgen gigi.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Gigi menjadi bagian penting dari tubuh. Selain fungsinya, gigi yang terawat juga akan menunjang penampilan seseorang.

Setiap orang pasti ingin punya gigi yang bersih dan sehat, bahkan disarankan rutin melakukan pengecekan ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan.

Dengan rajin membersihkan, gigi akan terhindar dari plak dan karang gigi.

Baca juga: Sering Mual Ketika Sikat Gigi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Apa itu plak dan karang gigi?

Melansir Healthline, plak merupakan lapisan lengket yang terbentuk pada gigi di setiap pagi, biasanya lapisan licin yang terasa saat pertama kali bangun tidur.

Ilmuwan menyebut plak sebagai biofilm, karena sebenarnya merupakan komunitas mikroba hidup yang dikelilingi lapisan polimer lengket.

Lapisan lengket membantu mikroba menempel pada permukaan di mulut, sehingga dapat tumbuh menjadi mikrokoloni yang berkembang.

Baca juga: Marak Penjualan Kawat Gigi dan Karet Behel Murah, Pahami Risikonya

Jika tidak dibersihkan secara teratur, plak dapat menumpuk mineral dari air liur dan mengeras menjadi zat berwarna putih atau kuning, disebut karang gigi atau tartar.

Tanpa pembersihan rutin, plak dapat mengeras menjadi karang gigi atau tartar.

Tartar menumpuk di sepanjang garis gusi di bagian depan dan belakang gigi.

Meskipun bisa dibersihkan dengan benang khusus gigi, seseorang mungkin butuh mengunjungi dokter gigi untuk menghilangkannya.

Plak dan tartar dapat menyebabkan bau mulut (penumpukan bakteri), menghancurkan enamel (lapisan luar gigi yang keras dapat membuat gigi sensitif dan berlubang).

Baca juga: Mengenal Triggerfish, Ikan dengan Gigi Mirip Manusia

Penyebab

Pada mulut terdapat banyak bakteri dan organisme lain yang masuk saat makan, minum, dan bernapas.

Akan muncul masalah saat strain bakteri tertentu menjadi berlebihan.

Saat makan karbohidrat, makanan, dan minuman manis, bakteri memakan gula menghasilkan asam dalam prosesnya. Asam tersebut dapat menyebabkan masalah seperti gigi berlubang, radang gusi, dan bentuk kerusakan gigi lainnya.

Kerusakan gigi akibat plak bahkan dapat terjadi di bawah gusi di mana tidak dapat dilihat. Ini dapat menggerogoti penyangga gigi.

Baca juga: Saat Gibran Mulai Unjuk Gigi...

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X