HUT Ke-75 Brimob, Ini Cerita Awal Mula Kelahirannya

Kompas.com - 14/11/2020, 11:30 WIB
Sejumlah personil Brimob  berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso Selatan, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/3). Selain melakukan partroli, personil Brimob juga  melakukan pengawalan bagi sejumlah warga yang beraktivitas kebun karena merasa terancam, menyusul  tewasnya tiga warga setempat akibat diserang kelompok sipil bersenjata yang selama ini beraksi di Poso dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Zainuddin MN/ss/nz/15 ZAINUDDIN MNSejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso Selatan, Sulawesi Tengah, Sabtu (14/3). Selain melakukan partroli, personil Brimob juga melakukan pengawalan bagi sejumlah warga yang beraktivitas kebun karena merasa terancam, menyusul tewasnya tiga warga setempat akibat diserang kelompok sipil bersenjata yang selama ini beraksi di Poso dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Zainuddin MN/ss/nz/15

KOMPAS.com - Tepat hari ini, 15 November, Korps Brigade Mobil ( Brimob) Polri berulang tahun yang ke-75.

Brimob memiliki sejarah panjang yang dimulai sejak zaman penjajahan Jepang. Namanya juga berganti-ganti, mulai dari Tokubetsu Kaisatsu Tai, Polisi Istimewa, Mobrig (Mobil Brigade), hingga Brimob.

Dikutip laman resmi Brimob, kelahiran Brimob terjadi sekitar 1943-1944, yaitu saat momen perang Asia Timur Raya. Jepang yang mengalami kekalahan dua kali berturut-turut kemudian mengubah strateginya, yaitu dengan menambah tenaga bantu militer.

Orang-orang Indonesia pun diubahnya menjadi tentara dalam organisasi-organisasi semimiliter dan militer. Ada Seinendan, Keibodan, Heiho, Pembela Tanah Air (Peta), dan terakhir Tokubetsu Keisatsu Tai yang merupakan cikal bakal Brimob.

Tokubetsu Keisatsu Tai lahir pada April 1944. Anggotanya adalah polisi muda dan pemuda polisi. Para calon anggotanya diasramakan dan dapat pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang.

Tokubetsu Keisatsu Tai didirikan di setiap Karesidenan di seluruh Jawa, Madura, dan Sumatera. Pada akhir 1944, kekuatan satu kompi beranggotakan antara 6-200 orang.

Baca juga: Bisakah Istri PNS, TNI/Polri Daftar BLT UMKM? Ini Penjelasan Kemenkop UKM

Ketika Jepang menyerah pada sekutu dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pada saat itu pula masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsu Tai telah cukup.

Bersama-sama dengan rakyat dan berbagai kesatuan lainnya, anggota Tokubetsu Keisatsu Tai bahu-membahu dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejak Jepang menyerah kepada sekutu, maka seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan. Satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata adalah Tokubetsu Keisatsu Tai.

Keadaan inilah yang menempatkan anggota-anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pioner dalam awal perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X