Vaksin Corona Pfizer Diklaim 90 Persen Efektif, Tapi Pakar Nilai Ada Tantangan Distribusinya

Kompas.com - 13/11/2020, 09:31 WIB
Ilustrasi vaksin Pfizer 90 persen efektif berdasarkan pengamatan dari sekitar 43.000 relawan, hanya 94 orang yang terkonfirmasi Covid-19, sejak pemberian dosis kedua vaksin atau plasebo. SHUTTERSTOCK/Blue Planet StudioIlustrasi vaksin Pfizer 90 persen efektif berdasarkan pengamatan dari sekitar 43.000 relawan, hanya 94 orang yang terkonfirmasi Covid-19, sejak pemberian dosis kedua vaksin atau plasebo.
Penulis Mela Arnani
|

KOMPAS.com - Pfizer Inc mengklaim kandidat vaksin virus corona yang dikembangkannya 90 persen efektif, berdasarkan hasil tes awal.

Hal ini memberikan optimisme dunia yang sangat membutuhkan cara untuk mengendalikan wabah virus corona saat ini.

"Kami berada dalam posisi yang berpotensi untuk menawarkan harapan," kata Wakil Presiden Pengembangan Klinis Pfizer Dr Bill Grubet seperti dikutip dari AP News, Selasa (10/11/2020).

Tantangan distribusi

Meski diklaim efektif, Pakar Penyakit Menular AS Dr Anthony Fauci mengingatkan tantangan mendistribusikan vaksin virus corona berbasis m-RNA di negara berkembang.

Dikarenakan, untuk mengaktifkan sistem kekebalan terhadap virus, vaksin yang dikembangkan Pfizer harus dijaga pada suhu minus 70 derajat celcius (-94 F) atau di bawahnya.

Baca juga: 6 Tanya-Jawab soal Vaksin Corona Buatan Pfizer dan BioNTech

"Itu memang memiliki tantangan (penyimpanan di suhu dingin). Di negara seperti Inggris dan Amerika Serikat dapat mengatasinya. Tapi, mungkin jauh lebih menantang di negara-negara berkembang," ujar Fauci dilansir Reuters, Jumat (13/11/2020).

Sementara itu, vaksin eksperimental Moderna Inc yang akan melaporkan data awal uji coba tahap akhir pada November, juga menggunakan teknologi mRNA.

Vaksin tersebut perlu disimpan pada suhu minus 20 derajat celcius (-4 F).

"Itulah alasan mengapa ketika kami menyusun rencana, kami ingin memiliki keragaman platform virus. Bukan hanya mRNA, ada tiga platform terpisah yang sedang dilihat di Amerika Serikat," ujar Fauci.

Vaksin Pfizer

Pfizer, yang mengembangkan vaksin dengan BioNTech di Jerman, berencana mengajukan permohonan persetujuan penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) akhir bulan ini.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X