Jangan Asal Unggah, Ada Ancaman Pidana bagi Penyebar Konten Porno

Kompas.com - 08/11/2020, 20:26 WIB
Ilustrasi pornografi Thinkstock/AndreyPopovIlustrasi pornografi

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) melakukan penelusuran penyebaran konten video porno yang diduga mirip seorang figur publik.

Cuplikan video dan link video tersebut menyebar dari satu akun ke akun lainnya hingga menjadi viral.

Peristiwa ini bukan kali ini terjadi. Sudah berulang kali.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi mengatakan, Kementerian Kominfo masih terus menelusuri dan men-take down video tersebut.

Menurut dia, Kominfo telah menemukan 202 konten video porno dari 5 platform media sosial.

"Kominfo terus menelusuri dan berkoordinasi dengan platform medsos untuk melakukan take down atas konten tersebut. Sampai saat ini, ada 202 sebaran konten yang ditemukan di 5 platform media sosial yakni Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, dan Telegram," ujar Dedy saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/11/2020).

Baca juga: Viral Iklan Vulgar di Situs Belajar, Simak Cara Lindungi Smartphone Anak dari Konten Porno

Dedy mengingatkan, ketentuan soal penyebaran konten bermuatan melanggar kesusilaan diatur dalam Pasal 27 Ayat 1 UU ITE Nomor 19 Tahun 2016.

Adapun pasal tersebut berbunyi:

"Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan".

Sementara, ancaman hukum bagi pelanggar pasal tersebut tertuang dalam Pasal 45 UU ITE, yakni:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan 36 Kali Awan Panas dalam 14 Jam

Gunung Merapi Erupsi, Luncurkan 36 Kali Awan Panas dalam 14 Jam

Tren
Virus Nipah: Gejala, Masa Inkubasi, Cara Penularan dan Pencegahannya

Virus Nipah: Gejala, Masa Inkubasi, Cara Penularan dan Pencegahannya

Tren
[KLARIFIKASI] Foto Jalan Tertimbun Materi Longsor di Cikijing, Majalengka

[KLARIFIKASI] Foto Jalan Tertimbun Materi Longsor di Cikijing, Majalengka

Tren
Kapolri Wacanakan Penghapusan Tilang di Jalan, Ini Kata Pengamat Transportasi

Kapolri Wacanakan Penghapusan Tilang di Jalan, Ini Kata Pengamat Transportasi

Tren
Simak, Apa Saja Syarat Kenaikan Pangkat Prajurit TNI?

Simak, Apa Saja Syarat Kenaikan Pangkat Prajurit TNI?

Tren
Penyebab Suara Ledakan di Ibu Kota Arab Saudi, Diduga Serangan Misil

Penyebab Suara Ledakan di Ibu Kota Arab Saudi, Diduga Serangan Misil

Tren
Vaksin Covid-19 Diberikan 2 Dosis, Bisakah Disuntik 2 Merek Vaksin Berbeda?

Vaksin Covid-19 Diberikan 2 Dosis, Bisakah Disuntik 2 Merek Vaksin Berbeda?

Tren
Mengapa Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 1 Juta? Ini Kata Epidemiolog

Mengapa Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 1 Juta? Ini Kata Epidemiolog

Tren
Sesar Lembang Dipantau sejak 1963, Simak Penjelasan Lengkap BMKG

Sesar Lembang Dipantau sejak 1963, Simak Penjelasan Lengkap BMKG

Tren
BPOM Buka Lowongan untuk 4 Posisi, Fresh Graduate Bisa Mendaftar, Ini Syarat dan Berkas yang Diperlukan

BPOM Buka Lowongan untuk 4 Posisi, Fresh Graduate Bisa Mendaftar, Ini Syarat dan Berkas yang Diperlukan

Tren
Berkaca dari Kasus Artis TikTok di Madiun, Mengapa Para Remaja Cenderung Abai Prokes Saat Kasus Covid-19 Terus Meningkat?

Berkaca dari Kasus Artis TikTok di Madiun, Mengapa Para Remaja Cenderung Abai Prokes Saat Kasus Covid-19 Terus Meningkat?

Tren
Tembus Lebih dari 1 Juta Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia?

Tembus Lebih dari 1 Juta Kasus Covid-19, Indonesia Masuk 20 Besar di Dunia?

Tren
Ancam Hengkang dari Australia, Google Pernah Bermasalah dengan 4 Negara Ini

Ancam Hengkang dari Australia, Google Pernah Bermasalah dengan 4 Negara Ini

Tren
[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

[HOAKS] Dokter di Palembang Meninggal Dunia gara-gara Vaksin Covid-19

Tren
Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Pengganti WhatsApp, Berikut 4 Aplikasi Pesan yang Lindungi Privasi

Tren
komentar
Close Ads X