Kompas.com - 07/11/2020, 13:31 WIB
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru. AFP/STR/CHINA OUTPasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.

KOMPAS.com - China telah mengumumkan larangan kedatangan bagi para pelancong dari Perancis, Inggris, Belgia, Filipina, dan India.

Melansir Reuters, Kamis (5/11/2020), kebijakan ini ditetapkan oleh otoritas China karena sejumlah negara tersebut sedang mengalami lonjakan kasus virus corona.

Selain itu, beberapa di antara 5 negara itu sedang menghadapi gelombang kedua Covid-19.

Pembatasan yang dilakukan China ini ditanggapi dingin oleh Inggris.

"Kami prihatin dengan mendadaknya pengumuman dan larangan masuk secara menyeluruh, dan menunggu klarifikasi lebih lanjut tentang kapan itu akan dicabut," demikian pernyataan Kamar Dagang Inggris di China.

Baca juga: Apakah Cuaca Pengaruhi Persebaran Virus Corona di Luar Ruangan?

Seperti diketahui, Inggris dan Belgia kembali memberlakukan lockdown untuk mencegah penularan Covid-19 yang lebih luas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Angka kematian akibat Covid-19 di Inggris menjadi yang tertinggi di Eropa, dan ada lebih dari 20.000 kasus baru setiap hari di negara itu.

Sementara itu, Perancis dan India termasuk di antara lima negara teratas di dunia dengan kasus infeksi terbanyak.

DW memberitakan, Kamis (5/11/2020), Beijing telah mengendalikan penyebaran wabah virus corona tersebut melalui pembatasan perjalanan yang ketat bagi siapa pun yang memasuki negara itu.

Pada Maret 2020, ketika virus corona menyebar ke seluruh dunia, China menutup perbatasannya untuk semua warga negara asing.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.