Hari Ini Tahap Pemberkasan CPNS 2019 Dimulai, Bagaimana Caranya?

Kompas.com - 04/11/2020, 13:05 WIB
Lembaga Administrasi Negara (LAN) menggelar pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Graha Makarti Bhakti Nagara, Kantor LAN, Pejompongan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2020). LANLembaga Administrasi Negara (LAN) menggelar pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Graha Makarti Bhakti Nagara, Kantor LAN, Pejompongan, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2020).

KOMPAS.com - Sebelum ditetapkan menjadi CPNS, para peserta yang lolos harus melalui tahap pemberkasan yang dimulai pada hari ini, Rabu (4/11/2020).

Pemberkasan berlangsung mulai 4 November hingga 21 November 2020.

Dikutip dari Buku Petunjuk Pengisian DRH dan Sanggah Hasil SKB SSCN 2019, pemberkasan dilakukan di laman https://sscndaftar.bkn.go.id/login

Baca juga: Lolos CPNS? Ini Langkah-langkah Tahap Pemberkasan

Setelah berhasil login, Anda akan dihadapkan pada keterangan lulus atau tidak lulus.

Jika lulus dan ingin melanjutkan (tidak mengundurkan diri), pilih "Ya" dalam pertanyaan "Apakah Anda ingin melanjutkan pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) dan Pemberkasan CPNS?".

Langkah pertama adalah Pengisian Data Perorangan, yang berisikan Biodata Calon PNS.

Baca juga: Hasil CPNS 2019 Kemnaker Diumumkan, Ini Link dan Tahapan Pemberkasannya...

Wajib diisi

Kolom yang ditandai bintang merah adalah wajib diisi.

Isikan biodata, alamat dan keterangan lainnya.

Beberapa yang wajib diisi antara lain bentuk muka, warna kulit, keterangan hobi, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa, jalan, alamat lengkap, kode pos, tinggi badan, berat badan, warna rambut, bentuk rambut, bentuk muka, warna kulit, sedang hamil/tidak.

Langkah kedua adalah pengisian Pendidikan.

Baca juga: Sering Salah Arti, Ini Beda antara PNS dan ASN

Pada kolom ini, peserta dapat mengisikan Riwayat Pendidikan dan Riwayat Kursus.

Pendidikan yang digunakan saat melamar formasi jabatan telah otomatis muncul tetapi dapat diubah untuk dilengkapi kolom-kolom yang masih kosong.

Perlu diketahui bahwa peserta tidak dapat menambahkan Pendidikan yang setingkat dengan Pendidikan yang digunakan untuk melamar, atau Pendidikan yang setingkat lebih tinggi.

Misalnya pendidikan yang digunakan untuk melamar adalah S-1 Sistem Informasi. Lalu peserta ingin menambahkan pendidikan S-2 nya. Penambahan akan gagal, karena S-2 adalah setingkat lebih tinggi dari S-1.

Baca juga: Siapa PNS Pertama di Indonesia?

Contoh lainnya, jika peserta memiliki dua degree S-1, lalu ingin menambahkan pendidikannya misal S-1 Manajemen. Akan gagal juga diinput karena tingkat pendidikannya setingkat dengan S-1 Sistem Informasi yang digunakan untuk melamar.

Tambahkan pula Riwayat Pendidikan Peserta mulai dari sekolah dasar, menengah, hingga atas dengan mengklik tombol Tambah Pendidikan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Bank yang 'Pamit' dari Aceh, Menyusul BRI

3 Bank yang "Pamit" dari Aceh, Menyusul BRI

Tren
INFOGRAFIK: 7 Makanan yang Berubah Menjadi Racun bila Dipanaskan Lagi

INFOGRAFIK: 7 Makanan yang Berubah Menjadi Racun bila Dipanaskan Lagi

Tren
Ramadhan di Yerusalem Tahun Ini, 11.000 Orang Tarawih di Masjid Al Aqsa

Ramadhan di Yerusalem Tahun Ini, 11.000 Orang Tarawih di Masjid Al Aqsa

Tren
5 Tanaman yang Bisa Tumbuh di Dalam Air, Bisa Dijadikan Penghias Ruang

5 Tanaman yang Bisa Tumbuh di Dalam Air, Bisa Dijadikan Penghias Ruang

Tren
Update Corona 17 April 2021: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | Inggris Izinkan Perempuan Hamil Divaksin Covid-19

Update Corona 17 April 2021: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | Inggris Izinkan Perempuan Hamil Divaksin Covid-19

Tren
Jangan Berlebihan Konsumsi Makanan Manis dan Gorengan Saat Berbuka Puasa, Ini Alasannya

Jangan Berlebihan Konsumsi Makanan Manis dan Gorengan Saat Berbuka Puasa, Ini Alasannya

Tren
Simak, Ini Hal yang Harus Dilakukan jika Dana Bantuan UMKM Dibekukan

Simak, Ini Hal yang Harus Dilakukan jika Dana Bantuan UMKM Dibekukan

Tren
Trending #SavePerawatIndonesia, Ini Kronologi Penganiayaan Perawat di RS Siloam Sriwijaya

Trending #SavePerawatIndonesia, Ini Kronologi Penganiayaan Perawat di RS Siloam Sriwijaya

Tren
[HOAKS] Link Subsidi Listrik PLN Rumah Tangga Daya 450VA dan 900VA

[HOAKS] Link Subsidi Listrik PLN Rumah Tangga Daya 450VA dan 900VA

Tren
[POPULER TREN] Cara Klaim Kacamata Menggunakan BPJS Kesehatan | Klarifikasi Kemenkes Rugi Rp 20,9 T Beli Vaksin Sinovac

[POPULER TREN] Cara Klaim Kacamata Menggunakan BPJS Kesehatan | Klarifikasi Kemenkes Rugi Rp 20,9 T Beli Vaksin Sinovac

Tren
Jadwal Imsak Gresik dan Sidoarjo Selama Ramadhan 2021

Jadwal Imsak Gresik dan Sidoarjo Selama Ramadhan 2021

Tren
Rekomendasi Menu Sahur dan Buka Puasa Selama Sepekan dari Ahli Gizi

Rekomendasi Menu Sahur dan Buka Puasa Selama Sepekan dari Ahli Gizi

Tren
Saat Instagram Uji Coba Sembunyikan Tombol Like, Mengapa?

Saat Instagram Uji Coba Sembunyikan Tombol Like, Mengapa?

Tren
Cara Mengatur Konsumsi Air Putih Saat Puasa

Cara Mengatur Konsumsi Air Putih Saat Puasa

Tren
Cara Menghitung Besaran THR Lebaran 2021 dan Sanksi bagi Perusahaan yang Melanggar

Cara Menghitung Besaran THR Lebaran 2021 dan Sanksi bagi Perusahaan yang Melanggar

Tren
komentar
Close Ads X