6 Hal Penting soal Pilpres AS 2020, Pertarungan Donald Trump Vs Joe Biden

Kompas.com - 04/11/2020, 09:51 WIB
Calon Presiden Partai Demokrat Joe Biden (kiri) dan Calon Presiden Partai Republik Donald Trump AFP/MANDEL NGAN AND JIM WATSONCalon Presiden Partai Demokrat Joe Biden (kiri) dan Calon Presiden Partai Republik Donald Trump

KOMPAS.com - Amerika Serikat menggelar pesta demokrasi empat tahunan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden pada Selasa (3/11/2020) waktu setempat.

Pada Pemilu Presiden AS 2020, Partai Republik mengusung petahana Donald Trump sebagai calon presiden dan Mike Pence sebagai calon wakil presiden.

Adapun Partai Demokrat di Pemilu Presiden AS 2020 mengajukan Joe Biden yang pernah menjadi Wakil Presiden AS di Pemerintahan Barack Obama sebagai kandidat presiden, dengan Kamala Harris sebagai calon wakil presiden.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Barack Obama Terpilih Menjadi Presiden AS

Gelaran Pilpres AS 2020 ini juga menjadi topik perbincangan hangat di media sosial Twitter pada Rabu (4/11/2020) pagi waktu Indonesia.

Tagar #ElectionDay digunakan oleh warganet untuk menyemarakkan suasana Pemilu yang digelar di tengah pandemi Covid-19 ini.

Baca juga: Lawan Trump di Pilpres AS 2020, Berikut Sepak Terjang Joe Biden

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui soal Pilpres AS 2020:

1. Electoral college

Seorang calon presiden Amerika Serikat yang mendapatkan suara terbanyak dari masyarakat belum tentu memenangkan pemilihan presiden.

Penyebabnya, presiden AS tidak dipilih secara langung oleh masyarakat, melainkan oleh lembaga yang dikenal dengan istilah electoral college atau lembaga pemilih.

Ketika warga AS datang ke tempat pemungutan suara, mereka sebenarnya memilih orang-orang yang bakal duduk dalam electoral college.

Baca juga: Mengenal Sosok Kamala Harris, Calon Wakil Presiden Kulit Hitam Pertama di AS

Melansir BBC, 12 Agustus 2020, tugas utama anggota electoral college adalah memilih presiden dan wakil presiden.

Mereka bekerja setiap empat tahun sekali, yakni beberapa pekan setelah pemungutan suara oleh masyarakat di negara bagian. Pada saat itulah mereka menjalankan tugas.

Anggota electoral college dicalonkan oleh partai politik di tingkat negara bagian.

Mereka biasanya petinggi partai atau sosok yang berafiliasi dengan kandidat presiden dari partainya.

Di surat suara, nama mereka biasanya muncul di bawah nama kandidat presiden. Namun ada juga negara bagian yang tidak mencetak nama calon anggota electoral college.

Baca juga: Trump Vs Joe Biden, Berikut Urutan Tahapan Pilpres di AS...

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X