Kompas.com - 03/11/2020, 17:03 WIB
Suasana kepadatan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Gerbang Tol Cileunyi terjadi di Cipacing, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, puncak arus balik libur panjang cuti bersama menuju Jakarta di berbagai daerah akan terjadi pada Minggu (1/11/2020) malam ini. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISISuasana kepadatan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Gerbang Tol Cileunyi terjadi di Cipacing, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, puncak arus balik libur panjang cuti bersama menuju Jakarta di berbagai daerah akan terjadi pada Minggu (1/11/2020) malam ini.

KOMPAS.com - Momentum libur panjang pada akhir pekan lalu dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk berlibur.

Libur panjang berlangsung pada 28 Oktober 2020 hingga 1 November 2020 karena adanya cuti bersama pada 28 Oktober dan 30 Oktober 2020. 

Dengan pergerakan masyarakat saat libur panjang, Tim Mitigasi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengingatkan potensi lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi akan terlihat sekitar dua pekan mendatang.

"Aktivitas masyarakat khususnya pada libur akhir pekan (long weekend) yang padat dan sebagian besar mengabaikan protokol kesehatan, akan berpotensi memicu lonjakan kasus Covid-19 yang akan terlihat dalam kurun waktu sekurang-kurangnya 2 (dua) minggu mendatang,” ujar Ketua Tim Mitigasi PB IDI Dr Adib Khumaidi, SpOT, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (3/11/2020).

Adib mengatakan, hal ini pernah terjadi pada libur akhir pekan bulan Mei lalu. Menurut dia, lonjakan kasus yang terjadi sebesar 41 persen.

Baca juga: Wisatawan ke Kepulauan Seribu Capai 9.866 Saat Libur Panjang Pekan Lalu

Demikian pula pada Agustus 2020 ketika terjadi lonjakan kasus sebesar 21 persen, dengan peningkatan rata-rata tes perorangan sepekan sebesar 20 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai orang tanpa gejala (OTG) yang berpotensi menularkan penyakit tanpa mereka sadari.

“Liburan meningkatkan mobilitas manusia. Semakin tinggi mobilitas akan meningkatkan transmisi virus. Kami meminta masyarakat untuk sabar, sadar dan mempunyai daya juang dalam upaya-upaya penanganan pandemi Covid ini dengan berpartisipasi aktif melakukan testing Covid-19 agar dapat melindungi dirinya sekaligus juga orang di sekitar," ujar Adib.

152 dokter dan 9 dokter gigi meninggal dunia karena Covid-19

IDI juga menyampaikan data terakhir jumlah dokter yang meninggal dunia karena COvid-19.

Hingga Selasa (3/11/2020), berdasarkan data Maret-Oktober 2020 yang dimiliki Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sebanyak 161 dokter meninggal dunia karena infeksi virus corona.

Dari jumlah tersebut, rinciannya adalah 152 dokter dan 9 dokter gigi.

Baca juga: Waspadai Munculnya Penyakit Akibat Kelelahan Usai Libur Panjang, Apa Itu?

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.