Update Corona 3 November: Kasus Kematian di AS Meningkat, Inggris Lockdown, dan Keberhasilan Australia

Kompas.com - 03/11/2020, 10:15 WIB
Warga AS berjalan di Times Square, New York, Maret 2020. Shutterstock/Adam McCulloughWarga AS berjalan di Times Square, New York, Maret 2020.

Johnson mengingatkan jika kebijakan ini tidak segera diterapkan, Inggris bisa menghadapi kematian yang lebih tinggi, mengingat gelombang kedua terjadi bertepatan dengan musim dingin.

"Kita bisa saja melihat kematian selama musim dingin dua kali lebih banyak atau bahkan lebih jika dibandingkan dengan gelombang pertama," kata Johnson, dikutip dari BBC (2/11/2020).

Pernyataan itu menurutnya bukan semata-mata datang dari dirinya, melainkan dari masukan dan pemodelan yang diberikan para ahli di sana.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Uni Soviet Kirim Anjing Jadi Astronot ke Luar Angkasa

Australia

Diberitakan sudah tidak lagi ditemukan kasus infeksi yang terjadi akibat transmisi lokal, Australia memang masuk dalam kelompok negara yang terbilang berhasil menangani pandemi Covid-19.

Setelah 5 bulan, untuk pertama kalinya Australia melaporkan nol kasus infeksi. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, di balik keberhasilan itu Australia memang menerapkan kebijakan yang serius, mulai dari memberlakukan kuncian yang berlangsung hingga lebih dari 100 hari hingga melakukan  pelacakan dan pengujian secara besar-besaran.

Tidak hanya itu, saat ini sekolah dan tempat penitipan anak di Australia juga dilarang menerima anak yang sedang mengalami pilek atau gejala lainnya yang bisa menjadi indikasi Covid-19, dilansir dari The Sydney Morning Herald (2/11/2020).

Hal ini mendatangkan kebingungan di kalangan orangtua, karena bertepatan dengan datangnya musim dingin, anak-anak mereka memang biasanya mengalami pilek.

Ini pun terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Namun, karena dalam keadaan pandemi seperti ini, pilek ini dianggap sebagai potensi bahaya, sehingga anak-anak dengan kondisi hidung yang meler diminta untuk tetap tinggal di rumah hingga tanda-tanda sakit itu sudah benar-benar hilang.

Baca juga: Australia Pertama Kalinya Laporkan Nol Kasus Baru Corona dalam 5 Bulan

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X