Penularan Covid-19 dalam Keluarga Disebutkan Terjadi dengan Cepat, Ini Penjelasannya...

Kompas.com - 01/11/2020, 19:25 WIB
Ilustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19. Shutterstock/Pordee AomboonIlustrasi pasien infeksi virus corona, pasien Covid-19.

KOMPAS.com - Penyebaran Covid-19 di dalam keluarga setelah satu anggota keluarga terinfeksi "umum" terjadi. 

Temuan tersebut merupakan hasil dari sebuah studi baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Melansir CNN, Jumat (30/10/2020), orang yang terpapar atau diduga terinfeksi Covid-19 harus diisolasi sebelum dites dan sebelum hasil tes keluar untuk melindungi anggota keluarga lain di dalam rumah.

Selain itu, seluruh anggota keluarga harus menggunakan masker sepanjang waktu di ruang-ruang bersama.

Baca juga: Saat WHO Peringatkan tentang Bahaya Nasionalisme Vaksin...

Infeksi terjadi dalam beberapa hari

Studi dari CDC ini dilakukan dengan mengikuti 101 orang yang awalnya terinfeksi Covid-19 di Nashville, Tennessee, dan Marshfield, Wisconsin, antara April dan September 2020.

Bersama dengan 191 orang yang tinggal di rumah tangga mereka, orang yang terinfeksi dilatih untuk dapat mengambil sampelnya sendiri setiap harinya selama 14 hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, setiap orang tersebut harus mengisi buku dengan catatan harian gejala yang ditunjukkan.

Baca juga: CDC Sebutkan Adanya Penyebaran Covid-19 di Pesawat, Ini Penjelasannya...

Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.Shutterstock Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

Hasil studi menunjukkan bahwa penularan berlangsung cepat. Pasalnya, lebih dari separuh orang (53 persen) orang yang tinggal dengan pasien Covid-19 terinfeksi dalam waktu satu minggu.

Paparan ini terjadi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. 

Adapun tingkat infeksi Covid-19 pada rumah tangga (53 persen) juga disebut lebih tinggi dari tingkat infeksi lain biasanya, yaitu hanya 20-40 persen. 

Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Saraf Kejepit

"Temuan penting dalam studi ini adalah bahwa kurang dari setengah anggota rumah tangga yang terinfeksi melaporkan gejala saat infeksi pertama kali terdeteksi," tulis hasil studi.

Banyak dari anggota keluarga terpapar yang tidak melaporkan munculnya gejala selama 7 hari.

Kondisi ini menjadi alasan yang disorot tentang kontak sekunder tanpa gejala dan pentingnya karantina.

Baca juga: Karantina Mandiri Presiden Afrika Selatan dan Keparahan Kasus Covid-19 di Afrika...

Langkah pencegahan

Di Indonesia sendiri, klaster keluarga juga telah menjadi perhatian.

Klaster keluarga menunjukkan bahwa Covid-19 sudah merambah ke unit terkecil dalam masyarakat.

Ditambah dengan kebutuhan anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti bekerja di luar rumah, maka kewaspadaan dan pengetahuan pencegahan penularan mutlak dibutuhkan. 

Baca juga: Penderita Down Syndrome Disebutkan Lebih Berisiko Alami Kematian jika Terkena Covid-19, Apa Sebabnya?

Juru Bicara Satgas Covid-19 RS Universitas Sebelas Maret, Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika merasa diri sendiri bergejala, atau dinyatakan positif Covid-19.

Tonang menyebutkan, hal pertama yang harus segera dilakukan adalah isolasi mandiri sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan yang dapat secara lengkap diunduh di sini.

"Kemudian, beritahukan ke Puskesmas atau Dinkes setempat, serta beri daftar orang-orang yang kontak erat sejak 2 hari sebelum timbul gejala atau diambil swab yang memberi hasil positif," kata Tonang seperti dikutip Kompas.com, 7 September 2020.

Baca juga: Angka Kematian Perawat akibat Covid-19 Disebutkan Sebanyak Korban Perawat pada Perang Dunia Pertama

Tonang mengatakan, bila gejala yang dirasakan bertambah, maka segera hubungi rumah sakit untuk mendapat perawatan yang lebih memadai. Hal tersebut juga dilakukan bila ada anggota keluarga yang bergejala, atau dinyatakan positif Covid-19.

"Anggota keluarga yang sehat, mengambil peran kontak dan komunikasi ke pihak terkait. Kemudian, mengawasi berjalannya isolasi mandiri anggota keluarga yang sakit," ujar Tonang.

 Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa, Mengapa Bisa Terjadi?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Gejala Neurologis pada Pasien Covid-19

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.