Jelang Pemilu AS, Instagram Hapus Sementara "Recent" di Halaman "Hashtag"

Kompas.com - 31/10/2020, 11:40 WIB
ilustrasi Instagram businessinsider.comilustrasi Instagram

KOMPAS.com - Instagram akan menghapus sementara tab 'terbaru' dari halaman hashtag untuk mengurangi penyebaran informasi yang salah jelang Pemilu Amerika Serikat 3 November.

Biasanya, pada halaman hashtag, terdapat dua tab yang muncul, yakni hasil teratas (top) dan hasil terbaru (recent). Tab recent menampilkan konten terbaru yang diberi label dengan hashtag tersebut, terlepas dari apakah konten itu relevan dengan topik.

Tab recent inilah yang akan dihapus sementara oleh Instagram jelang pemilihan umum (Pemilu) Amerika Serikat (AS).

"Mulai hari ini, bagi orang-orang di Amerika Serikat kami akan menghapus sementara tab 'recent' dari halaman hashtag. Kami melakukan hal ini untuk mengurangi penyebaran konten yang berpotensi berbahaya secara real-time yang dapat muncul di sekitar pemilihan umum," kata Instagram lewat akunnya di Twitter, @InstagramComms, Jumat (30/10/2020).

Dikutip dari New York Times, juru bicara Instagram mengatakan penghapusan tab recent berlaku mulai Kamis (29/10/2020) malam.

Pihak Instagram berharap perubahan tersebut dapat secara proaktif menghentikan penyebaran informasi yang salah ( misinformasi), ketimbang harus menunggu sampai kebohongan tersebar meluas. 

Nina Jankowicz, analis disinformasi di Wilson Center, mengatakan keputusan Instagram yang keluar hanya beberapa hari sebelum Pemilu AS agak terlambat. Namun, putusan itu lebih baik ada daripada tidak sama sekali.

“Saya berharap di masa depan platform media sosial mengakui bahwa pemilu adalah titik perubahan dalam kampanye disinformasi, bukan titik akhir. Keputusan ini di awal siklus mungkin telah mengurangi penyebaran informasi yang salah dalam pemungutan suara,” kata Jankowicz dikutip New York Times.

Menurutnya, banyak misinformasi tersebar di Instagram terkait dengan QAnon, teori konspirasi pro-Trump yang tidak berdasar,serta informasi palsu tentang calon wakil presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris.

 

Keputusan Instagram mengikuti tindakan keras yang dilakukan Facebook dan Twitter dalam mencegah misinformasi.

Baru-baru ini Twitter menambahkan konteks ke topik yang sedang tren.Peringatan dari Tiwtter untuk membaca artikel lebih dulu sebelum membagi artikel (retweet) juga sudah diberlakukan.
Sementara, Facebook mengatakan akan melarang iklan politik tanpa batas waktu.

Twitter dan Facebook telah menambah beberapa label ke posting yang menyesatkan dan lebih menyoroti informasi pemungutan suara yang akurat. Hal ini dilakukan setelah meningkatnya kekhawatiran atas potensi hasil pemilu yang disengketakan dan kekacauan yang dapat terjadi setelahnya.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X