Fakta Gempa dan Tsunami Turki, dari Penyebab hingga Dampaknya

Kompas.com - 31/10/2020, 08:38 WIB
Tangkapan layar episentrum Gempa turki https://earthquake.usgs.gov/Tangkapan layar episentrum Gempa turki

KOMPAS.com - Gempa dahsyat melanda Pantai Aegean di Turki dan utara Pulau Samos, Yunani, Jumat (30/10/2020).

Gempa ini menewaskan setidaknya 22 orang dan menghancurkan rumah-rumah di area tersebut.

Menurut Survei Geologi AS (USGS), gempa berkekuatan 7,0 magnitudo tersebut berpusat di Provinsi Izmir, Turki.

Pemerintah Turki melaporkan kekuatan gempa yang lebih rendah, yaitu sebesar 6,6 magnitudo dengan korban sebanyak 20 orang tewas dan 786 lainnya luka-luka di Provinsi Izmir. 

Di Samos, dua orang remaja juga dilaporkan tewas.

Penyebab gempa

Dikutip dari National Geographic (31/10/2020), penyebab gempa Turki pada 30 Oktober ini antara lain banyaknya pergeseran lempeng tektonik dan gaya seismik lainnya berperan utama di wilayah tersebut untuk gempa bumi yang sering terjadi.

Sebuah gempa bumi dengan perkiraan magnitudo 7 sebelumnya melanda di dekat kota Izmir pada tahun 1688.

Gempa tersebut mengubah bentang alam begitu banyak sehingga permukaannya turun lebih dari satu kaki, dan bangunan yang berguncang roboh dan memicu kebakaran dan menewaskan hingga 16.000 orang.

Baca juga: Gempa M 7 Guncang Turki, 4 Tewas dan 120 Luka-luka


Pada tahun 1903, gempa bumi berkekuatan 8,2 melanda di dekat Pulau Kythira, Yunani, yang merupakan salah satu gempa Mediterania terbesar yang tercatat oleh instrumen seismik modern.

Sementara antara 1993 dan 1999, beberapa gempa dahsyat yang lebih besar dari 7,0 melanda sepanjang zona utara lempeng Anatolia, segmen tektonik utama yang terletak di bawah Turki.

Secara geologis, wilayah ini terjepit di antara zona pertemuan lempeng Afrika, Eurasia, dan Arab. Di sebelah timur Laut Aegea, lempeng Arab bertabrakan dengan lempeng Eurasia, mendorong serangkaian pegunungan termasuk Zagros, sebuah pegunungan yang melintasi Iran, Irak, dan Turki.

"Lempeng yang bertabrakan juga mengirim lempeng Anatolia ke barat, seolah-olah didorong keluar seperti biji semangka di antara dua jari," kata Robert Stern, seorang ahli tektonik di University of Texas di Dallas.

Gempa terbaru melanda kira-kira 13 mil di bawah dasar laut Aegean, sekitar sembilan mil di lepas pantai Samos.

Kedalaman yang relatif dangkal ini menyebabkan guncangan kuat dirasakan pulau di Yunani dan di kota-kota di sepanjang pantai Turki.

Pusat gempa berada di tepi barat lempeng Anatolia, di mana bebatuan di permukaannya ditarik seperti dempul.

Peregangan ini menghasilkan serangkaian retakan yang dalam di tanah, dan gerakan di sepanjang salah satu retakan ini memicu gempa baru-baru ini.

Baca juga: Turki-Yunani Diguncang Gempa M 7, Air Laut Masuki Kota Pesisir Izmir

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X