Imbas Lockdown, Warga Miskin Myanmar Konsumsi Tikus dan Ular

Kompas.com - 27/10/2020, 10:35 WIB
Petugas mengumpukan sembilan nelayan Myanmar saat persiapan untuk dideportasi di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh, Rabu (5/8/2020). Dari 15 nelayan asal Myanmar yang ditangkap bersama 3 unit kapal berbendera Malaysia pada 2019 dan 2020 terkait kasus illegal fishing di ZEE Selat Melaka wilayah perairan Indonesia, 9 ABK di antaranya dideportasi ke negara asal, sedangkan 6 lainnya yang terdiri dari nakhoda dan ABK ditahan untuk proses penyidikan dan saksi. AFP/CHAIDEER MAHYUDDINPetugas mengumpukan sembilan nelayan Myanmar saat persiapan untuk dideportasi di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Lampulo, Banda Aceh, Rabu (5/8/2020). Dari 15 nelayan asal Myanmar yang ditangkap bersama 3 unit kapal berbendera Malaysia pada 2019 dan 2020 terkait kasus illegal fishing di ZEE Selat Melaka wilayah perairan Indonesia, 9 ABK di antaranya dideportasi ke negara asal, sedangkan 6 lainnya yang terdiri dari nakhoda dan ABK ditahan untuk proses penyidikan dan saksi.

Terdampak paling parah

Mereka mengandalkan pencahayaan dari lampu senter untuk menemukan mangsa buruannya.

Semua ini terpaksa dilakukan untuk menghilangkan lapar yang sudah mendera perut keluarga mereka.

Myanmar disebut sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang paling parah terdampak Covid-19, bukan dari angka kasus yang terdeteksi, namun dari kondisi ekonomi dan sosial masyarakat di sana.

Baca juga: Emirates Berencana PHK 30.000 Karyawannya akibat Virus Corona

Penguncian yang dilakukan di Yangon, membuat keluarga Ma Suu dan ratusan keluarga lainnya kehilangan pekerjaan dan tidak mendapat bantuan.

Pejabat lokal setempat, Nay Min Tun mengatakan, 40 persen rumah tangga di Hlaing Thar Yar sudah menerima bantuan, tapi banyak lokasi kerja ditutup sehingga masyarakat menjadi putus asa.

Salah satu anggota parlemen, Myat Min Thu menyebut bantuan pemerintah maupun donasi swasta sudah didistribusikan, namun tidak dapat mengakomodir semua orang.

Pemerintah Myanmar telah memberikan bantuan pada masyarakat miskin berupa paket sembako dan  uang tunai sebesar 15 dollar AS sebanyak 3 kali.

Namun, masyarakat menilai jumlah itu terlalu kecil dan habis dalam waktu sekejap.

Baca juga: 6 Bantuan Pemerintah di Tengah Pandemi Corona, dari Kartu Prakerja hingga Pulsa Rp 400.000

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Daftar Komorbid yang Bisa Perparah Kondisi jika Terpapar Covid-19

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X