Hari Listrik Nasional, Bagaimana Sejarahnya?

Kompas.com - 27/10/2020, 09:03 WIB
Ilustrasi listrik ShutterstockIlustrasi listrik

KOMPAS.com - Hari Listrik Nasional (HLN) diperingati setiap 27 Oktober. Peringatan HLN tahun ini adalah yang ke-75, karena berdasarkan sejarahnya, Hari Listrik Nasional pertama kali ditetapkan pada 1954.

Mengutip laman ESDM, peringatan ini mengambil momentum nasionalisasi perusahaan-perusahan di bidang listrik dan gas yang terjadi pada 1945.

Dikisahkan, sejarah kelistrikan Tanah Air sudah berlangsung jauh sebelum momentum nasionalisasi perusahaan listrik dan gas, yakni di akhir abad XIX.

Baca juga: Soal Subsidi Listrik Gratis, Akankah Diperpanjang hingga 2021?

Saat itu, perusahaan Belanda memiliki pabrik gula dan juga pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri.

Listrik untuk umum baru tersedia setelah sebuah perusahaan swasta milik Belanda bernama N V Nign memperluas usahanya, dari sektor gas kemudian merambah penyediaan listrik untuk umum.

Barulah pada 1927 pemerintah Belanda mendirikan perusahaan listrik negara bernama s'Lands Waterkracht Bedriven (LWB) yang ditempatkan di PLTA Plengan, PLTA Lamajan, PLTA Bengkok Dago, PLTA Ubrug dan Kracak di Jawa Barat, PLTA Giringan di Madiun, PLTA Tes di Bengkulu, PLTA Tonsea lama di Sulawesi Utara, dan PLTU di Jakarta.

Baca juga: Ribuan Ubur-ubur Serbu PLTU di Probolinggo, Apa Penyebabnya?

Listrik di era Jepang

Di sejumlah kota yang lebih kecil juga dibentuk perusahaan listrik Kotapraja.

Namun, masa penjajahan Belanda di Indonesia berakhir ketika mereka menyerah kepada Jepang di masa Perang Dunia II.

Indonesia pun berada di bawah kekuasaan Jepang, pun dengan semua perusahaan yang semula didirikan oleh Belanda, kini jatuh ke tangan Jepang. Termasuk perusahaan listrik.

Baca juga: Simak, Ini 7 Golongan yang Mendapatkan Penurunan Tarif Listrik dari Pemerintah

Kini perusahaan beserta pekerja di dalam perusahaan itu diambil alih oleh Jepang.

Namun tak lama, Jepang menyerah kepada pasukan Sekutu hingga Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Momen kemerdekaan itu langsung dimanfaatkan oleh para pemuda dan juga buruh listrik dan gas untuk mengambil alih perusahaan yang sebelumnya dikuasai oleh Jepang.

Baca juga: Pertamina Disebut Rugi Rp 11,13 Triliun, Apa yang Terjadi?

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X