Pedagang Kaki Lima di Thailand Dijuluki CIA Saat Demo, Ini Alasannya

Kompas.com - 25/10/2020, 17:15 WIB
PKL di Thailand dijuluki sebagai CIA, agen mata-mata dari Amerika Serikat. Kenapa ya? screenshootPKL di Thailand dijuluki sebagai CIA, agen mata-mata dari Amerika Serikat. Kenapa ya?

 

KOMPAS.com - Demi menghindari pembubaran paksa oleh aparat keamanan, para pengunjuk rasa di Thailand selalu mengabarkan lokasi unjuk rasa di menit-menit terakhir menjelang aksi dimulai.

Para pengunjuk rasa menganggap cara ini efektif untuk mengurangi kemungkinan aksi dibubarkan, setelah pada pekan lalu aparat keamanan berhasil memukul mundur dan memaksa demonstran membubarkan diri.

Namun, dilansir dari Channel News Asia, Jumat (23/10/2020) rupanya langkah itu berhasil dibaca oleh para pedagang kaki lima ( PKL) yang selalu mengetahui lokasi terjadinya demonstrasi sebelum aksi dimulai.

Demonstran seringkali mendapati bahwa para PKL telah memadati lokasi unjuk rasa, jauh sebelum para pengunjuk rasa hadir di sana.

Hal ini membuat para PKL dijuluki lebih canggih daripada CIA, organisasi intelijen Amerika Serikat, sebab kesuksesan mereka menebak lokasi demonstrasi yang bahkan tidak mampu dilakukan oleh otoritas Thailand sekalipun.

Baca juga: Massa Pro-Kerajaan Thailand Turun ke Jalan, Bentrok dengan Mahasiswa

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh ThaiVisa News - The Nation (@thaivisa) pada 21 Okt 2020 jam 8:57 PDT

Jaringan informasi PKL

Ternyata ada trik yang dengan tekun dipelajari dan dibaca oleh para pedagang kaki lima tersebut. 

Seorang pedagang bakso, Rattapol Sukpa mengatakan, dia selalu mengamati informasi yang beredar di Facebook untuk memprediksi di mana demonstrasi akan digelar.

Selain itu, dia secara aktif juga bertukar informasi dengan jaringan PKL lainnya. Rattapol mengatakan, aksi unjuk rasa membuat dagangannya laris-manis terjual habis.

"Sebelum ada demo pendapatan saya sudah cukup memuaskan, tetapi ketika berjualan di lokasi demo, dagangan saya jauh lebih laris dibanding biasanya," kata pemuda berusia 19 tahun itu kepada AFP, ketika dia tengah menggelar lapaknya di dekat Victory Monument.

Baca juga: Unggah Foto Selfie saat Demo di Thailand Bisa Diancam Penjara 2 Tahun

Sejak gerakan protes dimulai pada bulan Juli, para PKL telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari setiap aksi yang digelar oleh masyarakat.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X