Libur Panjang, Ini Pesan untuk Orangtua agar Lindungi Anak dari Covid-19

Kompas.com - 25/10/2020, 07:05 WIB
Kepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaKepadatan kendaraan menuju Jalan Raya Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/8/2020). Tingginya antusias warga untuk berlibur di kawasan Puncak Bogor pada libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriah dan libur akhir pekan membuat kepadatan terjadi di sejumlah titik, Sat Lantas Polres Bogor memberlakukan sistem buka tutup jalur dan sistem lawan arus (contraflow) untuk mengurai kemacetan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/hp.

KOMPAS.com – Libur panjang karena cuti bersama pada 28 Oktober hingga 1 November 2020 menimbulkan kekhawatiran karena aktivitas masyarakat yang memilih berlibur.

Pergerakan orang dari satu daerah ke daerah lain pada masa pandemi virus corona ini dinilai berpotensi terjadi penyebaran dan penularan virus corona. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk mempertimbankan rencananya berkegiatan di luar rumah di masa pandemi saat libur panjang nanti.

"Keputusan untuk keluar rumah harus dipikirkan secara matang dan mempertimbangkan semua risiko yang ada," ujar Wiku melalui keterangan tertulis, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/10/2020), Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA(K), FAAP, FRCPI (Hon), juga mengingatkan hal yang sama.

“Setiap habis libur panjang kasus anak akan meningkat dan kasus Covid-19 anak meningkat,” ujar Aman.

Ia mengatakan, sebaiknya para orangtua mempertimbangkan kembali jika hendak liburan. 

“Jangan liburan dulu, kalau mau liburan jangan ke kerumunan. Tapi kalau liburan dibawa ke gunung, atau daerah tertentu yang tidak terekspos orang lain,”kata dia.

Aman juga tak merekomendasikan untuk liburan dengan menginap di hotel yang berpotensi bertemu dengan orang banyak. 

Hal ini perlu menjadi perhatian karena kasus penularan virus corona juga terjadi pada anak-anak.

Baca juga: Libur Panjang Akhir Oktober, Ini Saran Epidemiolog untuk Cegah Lonjakan Corona

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X