Update Corona Dunia 22 Oktober: AS Ingin Percepat Pengadaan Vaksin | Menkes Jerman Positif Covid-19

Kompas.com - 22/10/2020, 08:27 WIB
Turis masih berjalan di sepanjang jalan menuju pantai di Miami Beach di South Beach, Florida, AS, 19 Maret 2020.  EPA-EFE/CRISTOBAL HERRERA CRISTOBAL HERRERATuris masih berjalan di sepanjang jalan menuju pantai di Miami Beach di South Beach, Florida, AS, 19 Maret 2020. EPA-EFE/CRISTOBAL HERRERA

KOMPAS.com – Kasus virus corona di dunia hingga saat ini masih menunjukkan peningkatan kasus.

Di sejumlah negara bahkan masih mengalami lonjakan kasus harian.

Melansir data Worldometers, Kamis (22/10/2020) pagi, hingga saat ini jumlah kasus virus corona di dunia ada sebanyak 41.422.553 kasus.

Sementara, jumlah pasien sembuh sebanyak 30.837.254 orang. Angka kematian masih terus meningkat, dengan total 1.134.968 orang meninggal dunia karena Covid-19.

Berikut ini rincian 10 besar kasus di dunia:

  1. Amerika Serikat: 8.576.268 kasus, 227.267 orang meninggal dunia, dan 5.584.387 orang sembuh
  2. India: 7.705.158 kasus, 116.653 orang meninggal dunia, 6.871.898 orang sembuh
  3. Brazil: 5.298.772 kasus, 155.402 orang meninggal dunia, dan 4.721.593 orang sembuh
  4. Rusia: 1.447.335 kasus, 24.952 orang meninggal dunia, dan 1.096.560 orang sembuh
  5. Spanyol: 1.046.641 kasus, 34.366 orang meninggal dunia
  6. Argentina: 1.018.999 kasus, 27.100 orang meninggal dunia, dan 829.647 orang sembuh
  7. Kolombia: 981.700 kasus, 29.464 orang meninggal dunia, dan 884.895 orang sembuh
  8. Perancis: 957.421 kasus, 34.048 orang meninggal dunia, dan 107.652 orang sembuh
  9. Peru: 876.885 kasus, 33.937 orang meninggal dunia, dan 792.892 orang sembuh
  10. Meksiko: 860.714 kasus, 86.893 orang meninggal dunia, dan 627.584 orang sembuh.

Baca juga: Update Corona di Dunia 21 Oktober: 41 Juta Infeksi | Inggris Akan Menginfeksi Relawan dengan Virus Corona

Bagaimana perkembangan Covid-19 di beberapa negara? 

Amerika Serikat

Komisioner Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Dr. Stephen Hahn, Rabu (21/10/2020), mengatakan, pihaknya ingin mempercepat pengadaan vaksin

Tujuannya agar setiap orang bisa mendapatkan vaksin pada musim semi.

“Kami akan mengumumkannya, seperti yang saya sebutkan. Ilmuwan kami akan membuat penentuan awal, akan menanyakan pertanyaan spesifik tentang produk dari komite penasihat vaksin. Dan kemudian kami akan memasukkannya ke dalam pengambilan keputusan kami,” kata Hahn, seperti dikutip dari CNN

Ia mengatakan, evaluasi akan tetap dilakukan dan setiap keputusan dibuat berdasarkan sains dan data dari uji klinis.

Baca juga: Angka Kemiskinan di Amerika Serikat Naik 8 Juta Setelah Pandemi Corona

Halaman:
Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X