Unggah Foto Selfie saat Demo di Thailand Bisa Diancam Penjara 2 Tahun

Kompas.com - 20/10/2020, 15:28 WIB
Massa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media. AFP/JACK TAYLORMassa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media.

KOMPAS.com - Pemerintah Thailand telah meminta perusahaan telekomunikasi dan penyedia layanan internet negara untuk menyensor komunikasi tentang gelombang protes yang melanda negara itu.

Tidak berhenti di situ, kini pemerintah Thailand berencana memenjarakan orang yang menggunakan media sosialnya untuk mempublikasikan demonstrasi anti-pemerintah, termasuk unggahan berupa selfie di tengah aksi.

Dikutip dari The Register, (18/10/2020), Menteri Ekonomi Digital dan Masyarakat Thailand Putthipong Punnakan mengumumkan pembicaraan dengan operator seluler dan ISP untuk mencegah penyebaran informasi tentang protes atau akun mereka yang dibuat oleh para demonstran.

Larangan selfie menyusul, lengkap dengan denda 1.280 dollar AS atau sekitar Rp 18,7 juta dan kemungkinan hukuman penjara dua tahun. Pihak berwenang juga dapat menyita ponsel pendemo. 

Baca juga: Masih Terus Didemo, Pemerintah Thailand Janji Tetap Lindungi Monarki

Tindakan legal

Mengutip Chiangrai Times (19/10/2020), pemerintah menyebut tindakan ini adalah sesuatu yang legal dan bukan mengada-ada.

Aturan ini terdapat dalam dekrit darurat yang disampaikan 15 Oktober 2020, saat pemerintah menetapkan Bangkok ada dalam status darurat.

Di dalam aturan itu disebutkan, orang yang mengunggah selfie saat aksi demonstrasi ke media sosial bisa dikenai hukuman penjara 2 tahun dan denda 40.000 baht atau setara dengan Rp 18,7 juta.

Hal itu karena tindakan tersebut diartikan sama saja menghasut orang lain untuk turut dalam aksi yang sama.

“Kami berada dalam keadaan darurat yang parah, yang memerlukan undang-undang khusus. Kami harus memegang hukum ini dengan serius. Semua yang kami lakukan di bawah standar internasional,” ujar juru bicara Kepolisian Thailand Krissana Pattanacharoen, Minggu (18/10/2020).

Dari laman Thai Enquirer dilaporkan sehari diterapkan, pada 16 Oktober 2020 sudah terdapat 10 orang yang ditahan, karena melanggar aturan selfie ini.

Ini menunjukkan betapa tinggi perhatian pemerintah terhadap keberadaan media sosial yang dianggap berperan penting selama pergerakan massa.

Massa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media.AFP/JACK TAYLOR Massa pro-demokrasi menggelar aksi unjuk rasa menentang dekrit darurat oleh Pemerintah Thailand, di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10/2020). Puluhan ribu orang turun ke jalan memprotes keputusan Pemerintah mengeluarkan dekrit darurat yang melarang kerumunan dan pembatasan media.

Baca juga: Pemerintah Thailand Awasi Media, Koordinasi Aksi Pindah ke Telegram

Merespon aturan itu, para demonstran kemudian sepakat menggunakan cara lain untuk menunjukkan kebulatan suaranya dalam menentang pemerintahan.

Mereka berkumpul dan mengangkat foto para mahasiswa dan aktivis yang telah ditangkap dalam seminggu terakhir, sebagaimana diberitakan Nikkei Asia.

Massa pun menyalakan lampu belakang ponsel mereka secara kompak, menyanyikan lagu kebangsaan Thailand, dan mengacungkan salam tiga jari, sebagai simbol oposisi damai terhadap pemerintah yang represif.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X