Studi WHO: Remdesivir Tak Miliki Efek Substansial pada Peluang Hidup Pasien Covid-19

Kompas.com - 16/10/2020, 10:02 WIB
Ilustrasi obat ShutterstockIlustrasi obat
Penulis Mela Arnani
|

WHO tidak mengomentari laporan Financial Times tersebut. Mereka hanya mengatakan hasil studi tersebut belum dipublikasikan.

Baca juga: Studi: Virus Corona Bisa Bertahan hingga 28 Hari di Uang Kertas hingga Layar Ponsel

Awal bulan ini, Gilead Sciences Inc menyatakan remdesivir memotong waktu pemulihan Covid-19 menjadi lima hari dibandingkan dengan pasien yang memakai plasebo.

Hal tersebut berdasarkan penelitian yang melibatkan 1.062 pasien.

Hasil studi dipublikasikan di New England Journal of Medicine.

"Data yang muncul (WHO) tampak tidak konsisten, dengan bukti yang lebih kuat dari beberapa penelitian acak dan terkontrol yang diterbitkan dalam jurnal peer-review yang memvalidasi manfaat klinis remdesivir," ujar Gilead Sciences Inc seperti dikutip dari CNA.

"Kami prihatin data dari uji coba global terbuka ini belum melalui tinjauan ketat yang diperlukan untuk memungkinkan diskusi ilmiah yang konstruktif, terutama mengingat keterbatasan desain uji coba," lanjutnya.

Sebagai tambahan informasi, remdesivir mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada 1 Mei 2020.

Remdesivir sejak saat itu diizinkan untuk digunakan di beberapa negara.

Baca juga: Studi Terbaru Mengonfirmasi Efektivitas Remdesivir sebagai Obat Corona

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Lupa, Subsidi dan Token Listrik Gratis Bulan Maret Sudah Bisa Diklaim

Jangan Lupa, Subsidi dan Token Listrik Gratis Bulan Maret Sudah Bisa Diklaim

Tren
Video Viral Dugaan Penyiksaan Anak, KPAI Terima Laporan dan Menelusuri

Video Viral Dugaan Penyiksaan Anak, KPAI Terima Laporan dan Menelusuri

Tren
Kakao M dan Spotify Trending di Twitter, Ini Penyebabnya

Kakao M dan Spotify Trending di Twitter, Ini Penyebabnya

Tren
Inggris Vaksinasi 20 Juta Warganya, Jepang Cabut Status Darurat di 6 Prefektur

Inggris Vaksinasi 20 Juta Warganya, Jepang Cabut Status Darurat di 6 Prefektur

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Rangkaian Kereta Tersapu Longsoran Salju, 96 Tewas

Hari Ini dalam Sejarah: Rangkaian Kereta Tersapu Longsoran Salju, 96 Tewas

Tren
[KLARIFIKASI] Penumpang Keluhkan Ketiadaan Layanan GeNose di Stasiun Kertosono, Nganjuk

[KLARIFIKASI] Penumpang Keluhkan Ketiadaan Layanan GeNose di Stasiun Kertosono, Nganjuk

Tren
Masih Merasakan Anosmia, Kapan Isolasi Boleh Diakhiri?

Masih Merasakan Anosmia, Kapan Isolasi Boleh Diakhiri?

Tren
Update Corona Dunia 1 Maret: Varian Corona Brazil Terdeteksi di Inggris | Thailand Mulai Vaksinasi

Update Corona Dunia 1 Maret: Varian Corona Brazil Terdeteksi di Inggris | Thailand Mulai Vaksinasi

Tren
Trending di Twitter, Ini Daftar Artis Korea yang Dihapus dari Spotify

Trending di Twitter, Ini Daftar Artis Korea yang Dihapus dari Spotify

Tren
Sudahkah Kartu Prakerja Inklusif untuk Semua Orang? Berikut Datanya...

Sudahkah Kartu Prakerja Inklusif untuk Semua Orang? Berikut Datanya...

Tren
WHO Ingatkan Covid-19 Bisa Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

WHO Ingatkan Covid-19 Bisa Jadi Endemik, Apa Bedanya dengan Pandemi?

Tren
Arkeolog Temukan Kereta Kuno Romawi Berusia 2.000 Tahun di Pompeii

Arkeolog Temukan Kereta Kuno Romawi Berusia 2.000 Tahun di Pompeii

Tren
Studi Ini Menunjukkan Fakta Pencemaran Udara di India akibat Plastik

Studi Ini Menunjukkan Fakta Pencemaran Udara di India akibat Plastik

Tren
Ramai Notifikasi 'Kamu Belum Berhasil' di Dashboard www.prakerja.go.id, Ini Kata Pelaksana Program Prakerja

Ramai Notifikasi "Kamu Belum Berhasil" di Dashboard www.prakerja.go.id, Ini Kata Pelaksana Program Prakerja

Tren
3 Cara Klaim Token Listrik Gratis Maret 2021 dari PLN

3 Cara Klaim Token Listrik Gratis Maret 2021 dari PLN

Tren
komentar
Close Ads X